Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Pada hari Jumat, para umat Muslim di seluruh dunia melakukan ibadah salat Jumat yang mana saat itu, juga dilakukan khutbah oleh imam. Di dalam khutbah tersebut, imam memberikan nasihat dan pengajaran kepada jamaah.
Bagi para imam, membuat khutbah Jumat adalah tugas yang sangat penting dan tidak boleh dianggap sepele. Oleh karena itu, bagi yang ingin belajar membuat khutbah Jumat, berikut ini ada beberapa cara yang dapat dilakukan:
1. Memahami dan Mempersiapkan Materi Khutbah
Yang pertama harus dilakukan adalah menyiapkan materi khutbah. Hal ini bisa dilakukan dengan membaca Al-Qur’an, memperluas pengetahuan dengan membaca buku-buku, atau mencari informasi di internet tentang topik yang ingin dibahas.
Setelah materi diperoleh, penting untuk mencatatnya dan mengelompokkannya menjadi beberapa bagian. Hal ini akan memudahkan dalam penyampaian khutbah.
2. Mempersiapkan Fisik
Setelah materi sudah disiapkan, persiapkan juga kondisi tubuh dan mental. Usahakan tidur yang cukup agar fisik tetap bugar saat melaksanakan khutbah. Jangan lupa juga berdoa dan bertaubat agar hati dan pikiran lebih tenang.
3. Menentukan Gaya Penyampaian yang Sesuai
Setiap orang memiliki gaya penyampaian yang berbeda-beda sesuai dengan karakter dan kepribadian masing-masing. Menentukan gaya penyampaian yang sesuai dengan diri sendiri juga sangat penting agar pesan yang ingin disampaikan dapat lebih tersampaikan dengan tepat dan efektif. Ada yang menekankan kisah, mengutip ayat, atau memberikan contoh kasus-kasus nyata.
4. Berbicara Dengan Jelas dan Mudah Dipahami
Penyampaian materi dapat dilakukan dalam bahasa yang mudah dipahami jamaah. Hindari menggunakan kata-kata yang rumit dan suka menggunakan bahasa asing tanpa dijelaskan maksudnya. Jangan lupa juga untuk menggunakan bahasa tubuh yang tepat, seperti gestur, ekspresi wajah, dan intonasi suara yang membantu pesan lebih mudah dipahami.
5. Menunjukkan Kepedulian
Dalam menyampaikan khutbah Jumat, imam juga harus menunjukkan keprihatinan dan kepedulian terhadap masalah-masalah sosial dan kondisi umat Islam. Pembicaraan yang berhubungan dengan masalah sosial umum dapat memudahkan jamaah untuk memahami dengan lebih baik.
Itulah beberapa tips untuk membuat khutbah Jumat yang baik dan benar. Sebagai seorang imam, penting juga untuk senantiasa memperbaiki, mengasah kemampuan, serta meningkatkan kualitas khutbah agar dapat lebih bermanfaat bagi jamaah dan generasi Muslim.
Selasa, 09 Mei 2023
Sekilas Khutbah Jumat
Senin, 18 Oktober 2021
Kamis, 25 Juni 2020
Hikmah dibalik Pandemi Covid19
Pandemi covid19 telah memberi banyak dampak pada seluruh aspek kehidupan di masyarakat, salah satunya aspek pendidikan. Dunia pendidikan pada tahun ini benar-benar terdampak akibat bencana dunia yakni pandemi covid19. Semua unsur di dunia pendidikan merasakan kondisi yang sangat sulit dan memberi dampak perubahan pola dalam dunia pendidikan. Mulai dari pandangan dan wawasan untuk menghadapi pandemi ini hingga memberikan warna dan tatanan perubahan yang cukup besar bagi dunia pendidikan.
Mari kita lihat barbagai unsur yakni Pendidik, Peserta Didik, Kurikulum, Pemangku Kebijakan dan para pemerhati dan orang tua semuanya memberikan warna yang beragam terhadap pendidikan di masa pandemi ini.
Virus corona yang sudah muncul sejak bulan Desember di Wuhan Cina, kini hadir dan menimpah di Indonesia sejak bulan maret 2020. Berawal dari pertengahan Maret 2020, Pendidikan di Indonesia resmi terdampak akibat adanya kasus virus corona, dimana lembaga-lembaga pendidikan harus menghentikan kegiatan pembelajaran di kelas, membatasi komunikasi tatap muka antara guru dengan siswa, guru dengan orang tua bahkan antar sesama guru di lembaga itu sendiri harus mengikuti tatanan baru untuk mencegah terjadinya penyebaran virus corona di lembaga pendidikan.
Mari kita lihat barbagai unsur yakni Pendidik, Peserta Didik, Kurikulum, Pemangku Kebijakan dan para pemerhati dan orang tua semuanya memberikan warna yang beragam terhadap pendidikan di masa pandemi ini.
Virus corona yang sudah muncul sejak bulan Desember di Wuhan Cina, kini hadir dan menimpah di Indonesia sejak bulan maret 2020. Berawal dari pertengahan Maret 2020, Pendidikan di Indonesia resmi terdampak akibat adanya kasus virus corona, dimana lembaga-lembaga pendidikan harus menghentikan kegiatan pembelajaran di kelas, membatasi komunikasi tatap muka antara guru dengan siswa, guru dengan orang tua bahkan antar sesama guru di lembaga itu sendiri harus mengikuti tatanan baru untuk mencegah terjadinya penyebaran virus corona di lembaga pendidikan.
Minggu, 14 Januari 2018
Blog Sebagai Media Pembelajaran
GEDUNG SEAMOLEC
15-16 JANUARI 2018
![]() |
| sumber foto grup peserta pelatihan IHT Januari 2018 |
Senin 15 Januari 2018, SEAMOLEC adalah sebuah institusi yang bernaung dibawah Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) atau Organisasi Menteri-Menteri Pendidikan se Asia Tenggarang, menyelenggarakan pelatihan umum untuk para akademisi, praktisi dan lembaga kementrian pendidikan. Pelatihan tersebut merupakan bagian dari peran lembaga dalam membantu pengembangan potensi Guru/ Dosen atau para akademisi pendidikan di era digital ini. Media sangat penting terutama bagi para guru dan dosen dalam kegiatan pembelajaran. Dengan adanya media dalam pembelajaran, maka ilmu atau nilai yang diajarkan menjadi lebih mudah, menyenangkan dan lebih inovatif. Apalagi di era transformasi informasi melalui digital.
Pentingnya Blog sebagai Media Pembelajaran:
Sumber:https://www.youtube.com/watch?v=R-y9EnkqtHM
Minggu, 11 Desember 2016
MENELADANI RASULULLAH SAW
Nabi Muhammad SAW adalah figur pendidik yang sempurna, beliau telah meletakkan nilai-nilai akhlak mulia sebagai pondasi awal dalam mendidik generasi umat islam. Dengan ditanamkannya nilai-nilai akhlak dalam mendidik generasi umat, maka akan menjadi modal awal dalam membangun masyarakat madani yg berakhlakul karimah. Pada saat Nabi Muhammad diberikan amanah sebagai seorang Rasulullah, kondisi maayarakat saat itu bukanlah masyarakat yang tidak memiliki warisan peradaban yg maju. Bahkan masyarakat arab saat itu dikenal dengan kemapuan hafalan dan ingatan yang kuat. Bahkan ahli sastra tak sedikit jumlahnya. Masyarakat saat itu juga dikenal memiliki kasta wibawa yang tinggi. Namun, sekian banyak warisan peradaban yang dimiliki, ada satu yang sangat penting yaitu akhlak masyarakat saat itu. Hingga akhirny lahir dari keluarga Bani Hasyim cucu Abdul Mutholib dan putra Abdullah keluarga terpandang telah mendapat amanah menjadi seorang Rasul dan memiliki tugas besar yakni untuk menyempurnakan Akhlak masyarakat.
Pada moment peringatan maulid nabi Muhammad Saw, tidak hanya mempelajari sejarah beliau dari lahir hingga wafatnya beliau. Kita perlu mengingat tugas yang diberikan kepada beliau untuk umat manusia. Kita terlena dengan model peradaban yang diwariskan saat ini yang notabene tidak semua sesui dengan nilai-nilai akhlak yang dimodelkan oleh rasulullah.
Semoga dengan memperingati maulid nabi Muhammad SAW pada tahun ini, kembali mengingatka kita untuk introspeksi diri serta memfilter nilai-nilai yang berkembang dimasyarakat saat ini. Agar dalam diri umat islam tetap menjadikan rasulullah saw sebagai suri tauladan dunia dan akhirat.
Nabi Muhammad saw. Telah mencontohkan perannya semasa hidupnya agar umatnya dapat mengikutinya, bahwa manusia dipilih sebagai khalifah dibumi bukan saja memiliki hubungan vertikal dengan Allah sang pencipta. Tapi manusia diberikan anugerah akal untuk memberi kesempatan berfikir, bertafakur, maju sukses, mengola jiwa agar bijaksana, berpandangan kedepan serta bertawakal(sumber inspirasi: The 7 Awarness) atas usaha maksimal yang sudah kita lakukan. Anugerah itu menjadi modal manusia dalam membangun hubungan horizontal baik kepada manusia maupun kepada alam.
Lalu bagaimana peran rasulullah dalam dunia pendidikan? Dalam sejarah pendidikan Islam, tentunya di masa rasulullah adalah awal sejarah proses pendidikan yang dicontohkan rasulullah, beliau juga seorang pendidik umat akhir zaman. Tentunya kita wajib mencontoh peran beliau dalam mendidik umat saat itu. Sesuai dengan tugas dan peran Beliau adalah menyempurnakan Akhlak. Maka strategi beliau adalah mencontohkan bagaimana prilaku akhlak mulia dalam kehidupan beliau dan benar dicontohkan sebagaimana yang ada dalam alquran.
Dalam pendidikan ini dikenal dengan pendekatan keteladanan dan pembiasaan. Atau dalam dunia pendidikan barat dikenal dengan "Modelling Approach". Ternyata konsep keteladanan rasulullah sudah digunakan oleh Jepang dan negara-negara maju lainnya dalam dunia pendidikan.
Dalam skripsi yang saya tulis " The development of islamic education after reform era", saya berusaha mendeskripsikan model pengembangan pendidikan Islam di Indonesia di era reformasi dan setelahnya atau era sat ini. Pada akhirnya saya temukan konsep pengembangan pendidikan agama islam di sekolah yakni dengan pola membangum budaya sekolah (School Culture) dan lingkungan keagamaan atau lingkungan religius (Religious Milieu). Kedua konsep ini adalah keterkaitan yang pada akhirnya terbentuklah sikap yang sesuai dengan harapan sekolah dalam menanamkan nilai-nilai akhlak mulia. Agar konsep tersebut terlaksana, tentunya apa yang sudah dicontohkan Rasulullah yakni pembiasaan dan keteladan merupakan pendekatan yang sangat sesuai dalam membangun generasi umat islam yang berakhlak.
Demikianlah, semoga dengan sedikit ulasan ini bermanfaat bagi kita semua. Meneladani Rasulullah dengan segala sikap dan peran yang beliau contohkan agar dapat kita contoh dikehidupan sekarang serta dapat kita wariskan kepada peserta didik kita agar terwujud insan yang berakhlakul karimah. Tentunya jangan lupa bershalawat kepada Nabi Muhammad merupakan bagian yang tak boleh kita tinggalkan. Karena Allah dan malaikat saja bershalawat kepada Nabi Muhammad, bagaimana dengan kita yang mengaku orang-orang yang beriman.
Sesungguhnya Allahlah yang maha Tahu apa yang terdapat dalam hati manusia.
Pada moment peringatan maulid nabi Muhammad Saw, tidak hanya mempelajari sejarah beliau dari lahir hingga wafatnya beliau. Kita perlu mengingat tugas yang diberikan kepada beliau untuk umat manusia. Kita terlena dengan model peradaban yang diwariskan saat ini yang notabene tidak semua sesui dengan nilai-nilai akhlak yang dimodelkan oleh rasulullah.
Semoga dengan memperingati maulid nabi Muhammad SAW pada tahun ini, kembali mengingatka kita untuk introspeksi diri serta memfilter nilai-nilai yang berkembang dimasyarakat saat ini. Agar dalam diri umat islam tetap menjadikan rasulullah saw sebagai suri tauladan dunia dan akhirat.
Nabi Muhammad saw. Telah mencontohkan perannya semasa hidupnya agar umatnya dapat mengikutinya, bahwa manusia dipilih sebagai khalifah dibumi bukan saja memiliki hubungan vertikal dengan Allah sang pencipta. Tapi manusia diberikan anugerah akal untuk memberi kesempatan berfikir, bertafakur, maju sukses, mengola jiwa agar bijaksana, berpandangan kedepan serta bertawakal(sumber inspirasi: The 7 Awarness) atas usaha maksimal yang sudah kita lakukan. Anugerah itu menjadi modal manusia dalam membangun hubungan horizontal baik kepada manusia maupun kepada alam.
Lalu bagaimana peran rasulullah dalam dunia pendidikan? Dalam sejarah pendidikan Islam, tentunya di masa rasulullah adalah awal sejarah proses pendidikan yang dicontohkan rasulullah, beliau juga seorang pendidik umat akhir zaman. Tentunya kita wajib mencontoh peran beliau dalam mendidik umat saat itu. Sesuai dengan tugas dan peran Beliau adalah menyempurnakan Akhlak. Maka strategi beliau adalah mencontohkan bagaimana prilaku akhlak mulia dalam kehidupan beliau dan benar dicontohkan sebagaimana yang ada dalam alquran.
Dalam pendidikan ini dikenal dengan pendekatan keteladanan dan pembiasaan. Atau dalam dunia pendidikan barat dikenal dengan "Modelling Approach". Ternyata konsep keteladanan rasulullah sudah digunakan oleh Jepang dan negara-negara maju lainnya dalam dunia pendidikan.
Dalam skripsi yang saya tulis " The development of islamic education after reform era", saya berusaha mendeskripsikan model pengembangan pendidikan Islam di Indonesia di era reformasi dan setelahnya atau era sat ini. Pada akhirnya saya temukan konsep pengembangan pendidikan agama islam di sekolah yakni dengan pola membangum budaya sekolah (School Culture) dan lingkungan keagamaan atau lingkungan religius (Religious Milieu). Kedua konsep ini adalah keterkaitan yang pada akhirnya terbentuklah sikap yang sesuai dengan harapan sekolah dalam menanamkan nilai-nilai akhlak mulia. Agar konsep tersebut terlaksana, tentunya apa yang sudah dicontohkan Rasulullah yakni pembiasaan dan keteladan merupakan pendekatan yang sangat sesuai dalam membangun generasi umat islam yang berakhlak.
Demikianlah, semoga dengan sedikit ulasan ini bermanfaat bagi kita semua. Meneladani Rasulullah dengan segala sikap dan peran yang beliau contohkan agar dapat kita contoh dikehidupan sekarang serta dapat kita wariskan kepada peserta didik kita agar terwujud insan yang berakhlakul karimah. Tentunya jangan lupa bershalawat kepada Nabi Muhammad merupakan bagian yang tak boleh kita tinggalkan. Karena Allah dan malaikat saja bershalawat kepada Nabi Muhammad, bagaimana dengan kita yang mengaku orang-orang yang beriman.
Sesungguhnya Allahlah yang maha Tahu apa yang terdapat dalam hati manusia.
Kamis, 22 September 2016
SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA
![]() |
| http://khazanahfikiranku.blogspot.co.id/2015/10/lembaga-lembaga-pendidikan-islam-di_29.html |
Pendidikan Islam di Indonesia sangat luas cakupannya. Pembahasan pendidikan Islam di Indonesia dapat dilihat dari berbagai aspek. Misalnya ditinjau dari Aspek Ajarannya, bahwa pendidikan Islam sudah berjalan sejak Islam dikenalkan di bumi nusantara ini. Melalui para saudagar dari Arab yang hingga sampai ke perairan nusantara, sembari mendakwakan ajaran Islam kepada masyarakat Pribumi. Doktrin ajaran Islam yang bermuatan aqidah, akhlak, fiqih dan alquran hadis bahkan sejarah Islam di tanah Arab diakulturasikan dengan budaya atau kultur masyarakat pribumi, sehingga lama kelamaan tanpa adanya penolakan yang keras oleh masyarakat, Islampun diterima sebagai ajaran agama yang baru dan sangat sesuai dengan masyarakat pribumi.
Kemudian, dari aspek kelembagaan, Pendidikan Islam di Indonesia juga mengalami sejarah yang panjang. Mulai dari tradisional sampai kepada modernisasi lembaga-lembaga Pendidikan Islam. Hingga sekarang, modernisasi pendidikan Islam terus berkembang, baik itu lembaga maupun model pendidikannya.
Dari aspek kelembagaan atau instutusi, pendidikan Islam di Indonesia mulai dikenal sejak masa awal masuknya Islam. Misalnya di pesisir Pulau Sumatera Pendidikan Islam dalam lembaga Surau dan Muenasah, Di pulau jawa dikenal dengan nama Pesantren. Adapun di era Penjajahan pendidikan Islam sudah masuk kepada sistem pemerintahan. Di awal Kemerdekaan Lembaga pendidikan Islam sudah mulai diakui pemerintah bahkan sudah mulai pembaharuan lembaga pendidikan Islam dalam sistem persekolahan atau madrasah. Hingga saat ini, perkembangan lembaga pendidikan Islam terus berkembang. Seperti Sekolah Keagaamaan, Sekolah Islam Terpadu, Boarding School, Sekolah Umum Plus, Pesantren Salafiyah, Pesantren Modern dan bahkan sekolah-sekolah umum mulai dari tingkat dasar sampai dengan perguruan tinggi sudah mulai membangun apa yang namanya School Culture (Budaya sekolah) yang di dalamnya dibudayakan atau ditanamkan nilai-nilai ajaran Islam dalam bentuk pembiasaan dan pengamalan. Di lembaga-lembaga sekolah umum sudah berupaya memasukkan ke dalam Hidden Curriculum agar terciptanya Religious Millieu (Lingkungan keagamaan)
Dari aspek kebijakan Politik, Pendidikan Islam tidak terlepas dari peran politik penguasa sejak awal masuknya pendidikan Islam di Indonesia. Penulis memahami beberapa fase peran kebijakan politik terhadap perkembangan pendidikan Islam, yakni:
1. Fase awal masuknya Islam: merupakan fase awal komunikasi masyarakat pendatang terhadap masyakarat pribumi. Dengan komunikasi yang baik dalam menyampaikan Islam sebagai ajaran baru namun tidak serta merta menghilangkan cultur dan ajaran agama pribumi sekaligus. Di masa ini juga, para penyebar Islam di masa awal mulai masuk melalui jalur perdagangan dan membuka komunikasi terhadap para penguasa atau raja-raja yang ada. Sehingga melalui para penguasa ini juga bagian dari ajakan para rakyatnya untuk memeluk agama Islam. Di masa-masa berikutnya, terjadinya Islamisasi kerajaan-kerajaan di nusantara.
2. Fase masuknya penjajah asing
Di fase ini tentu fase yang cukup sulit bagi perkembangan pendidikan Islam. Dimana peran para pendakwah mulai dibatasi karena dianggap sebagai pengganggu kebijakan para kolonial/penjajah dalam menguasai ekonomi pribumi. Pada fase ini, dakwa dan jalannya pendidikan Islam sering kontak dengan penjajah dan bahkan terjadi peperangan. Namun, dengan adanya Kekuatan kerajaan-kerajaan Islam. pendidikan Islam tetap berjalan.
3. Fase awal kemerdekaan hingga Orde Lama
Pada fase ini, Pendidikan islam menjadi perhatian pemerintah, namun sifatnya masih anjuran. karenanya masyarakat tidak dipaksakan untuk mengikuti pendidikan agama termasuk pendidikan Islam. Namun bagi lembaga-lembaga pendidikan tradisional saat itu, sudah merasa lega dan bebas menyelenggarakan pendidikan.
4. Fase Orde Baru
Fase ini juga merupakan kelanjutan dari fase awal kemerdekaan dan orde lama. Namun di fase ini, pendidikan Islam diperkuat lagi dalam sistem pendidikan nasional. Hingga kepada SKB tiga menteri memperkuat posisi pendidikan Islam dalam sistem Pendidikan Nasional.
5. Fase Reformasi dan era globalisasi
Pada Fase ini, pendidikan Islam semakin diperkuat karena masuk dalam sistem pendidikan nasional dan keluasan serta kebebasan sistem pemerintahan dari sentralisasi menuju desentralisasi. Ditambah lagi otonomi daerah, sehingga memperkuat dan memberi kesempatan bagi pendidikan Islam.
Di fase ini juga merupakan fase modernisasi pendidikan Islam yang masuk kepada lembaga-lembaga formal, kebijakan, pengajaran dan perkembangan teknologi pendidikan. Semakin dirasakan kemajuan lembaga-lembaga pendidikan Islam dan bahkan banyaknya kebijakan yang memperkuat pendidikan Islam dalam sistem pendidikan nasional, kemerosotan moral dan pengaruh arus global serta mudahnya akses informasi merupakan tantangan terbesar bagi penanaman nilai-nilai ajaran Islam di dunia pendidikan Islam.
Demikianlah tulisan ini, semoga bermanfaat bagi para pembaca, kiranya terdapat kesalahan dalam penulisan dan penjelasan konsep. Mohon dapat memberikan masukan dan komentar, sehingga penulis dapat mengoreksi dan sama-sama kita menyampaikan apa yang haq dan apa yang batil.
SEJARAH PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA
![]() |
| Gambar dikutip dari : http://khazanahfikiranku.blogspot.co.id/2015/10/lembaga-lembaga-pendidikan-islam-di_29.html |
Pendidikan Islam di Indonesia sangat luas cakupannya. Pembahasan pendidikan Islam di Indonesia dapat dilihat dari berbagai aspek. Misalnya ditinjau dari Aspek Ajarannya, bahwa pendidikan Islam sudah berjalan sejak Islam dikenalkan di bumi nusantara ini. Melalui para saudagar dari Arab yang hingga sampai ke perairan nusantara, sembari mendakwakan ajaran Islam kepada masyarakat Pribumi. Doktrin ajaran Islam yang bermuatan aqidah, akhlak, fiqih dan alquran hadis bahkan sejarah Islam di tanah Arab diakulturasikan dengan budaya atau kultur masyarakat pribumi, sehingga lama kelamaan tanpa adanya penolakan yang keras oleh masyarakat, Islampun diterima sebagai ajaran agama yang baru dan sangat sesuai dengan masyarakat pribumi.
Kemudian, dari aspek kelembagaan, Pendidikan Islam di Indonesia juga mengalami sejarah yang panjang. Mulai dari tradisional sampai kepada modernisasi lembaga-lembaga Pendidikan Islam. Hingga sekarang, modernisasi pendidikan Islam terus berkembang, baik itu lembaga maupun model pendidikannya.
Dari aspek kelembagaan atau instutusi, pendidikan Islam di Indonesia mulai dikenal sejak masa awal masuknya Islam. Misalnya di pesisir Pulau Sumatera Pendidikan Islam dalam lembaga Surau dan Muenasah, Di pulau jawa dikenal dengan nama Pesantren. Adapun di era Penjajahan pendidikan Islam sudah masuk kepada sistem pemerintahan. Di awal Kemerdekaan Lembaga pendidikan Islam sudah mulai diakui pemerintah bahkan sudah mulai pembaharuan lembaga pendidikan Islam dalam sistem persekolahan atau madrasah. Hingga saat ini, perkembangan lembaga pendidikan Islam terus berkembang. Seperti Sekolah Keagaamaan, Sekolah Islam Terpadu, Boarding School, Sekolah Umum Plus, Pesantren Salafiyah, Pesantren Modern dan bahkan sekolah-sekolah umum mulai dari tingkat dasar sampai dengan perguruan tinggi sudah mulai membangun apa yang namanya School Culture (Budaya sekolah) yang di dalamnya dibudayakan atau ditanamkan nilai-nilai ajaran Islam dalam bentuk pembiasaan dan pengamalan. Di lembaga-lembaga sekolah umum sudah berupaya memasukkan ke dalam Hidden Curriculum agar terciptanya Religious Millieu (Lingkungan keagamaan)
Dari aspek kebijakan Politik, Pendidikan Islam tidak terlepas dari peran politik penguasa sejak awal masuknya pendidikan Islam di Indonesia. Penulis memahami beberapa fase peran kebijakan politik terhadap perkembangan pendidikan Islam, yakni:
1. Fase awal masuknya Islam: merupakan fase awal komunikasi masyarakat pendatang terhadap masyakarat pribumi. Dengan komunikasi yang baik dalam menyampaikan Islam sebagai ajaran baru namun tidak serta merta menghilangkan cultur dan ajaran agama pribumi sekaligus. Di masa ini juga, para penyebar Islam di masa awal mulai masuk melalui jalur perdagangan dan membuka komunikasi terhadap para penguasa atau raja-raja yang ada. Sehingga melalui para penguasa ini juga bagian dari ajakan para rakyatnya untuk memeluk agama Islam. Di masa-masa berikutnya, terjadinya Islamisasi kerajaan-kerajaan di nusantara.
2. Fase masuknya penjajah asing
Di fase ini tentu fase yang cukup sulit bagi perkembangan pendidikan Islam. Dimana peran para pendakwah mulai dibatasi karena dianggap sebagai pengganggu kebijakan para kolonial/penjajah dalam menguasai ekonomi pribumi. Pada fase ini, dakwa dan jalannya pendidikan Islam sering kontak dengan penjajah dan bahkan terjadi peperangan. Namun, dengan adanya Kekuatan kerajaan-kerajaan Islam. pendidikan Islam tetap berjalan.
3. Fase awal kemerdekaan hingga Orde Lama
Pada fase ini, Pendidikan islam menjadi perhatian pemerintah, namun sifatnya masih anjuran. karenanya masyarakat tidak dipaksakan untuk mengikuti pendidikan agama termasuk pendidikan Islam. Namun bagi lembaga-lembaga pendidikan tradisional saat itu, sudah merasa lega dan bebas menyelenggarakan pendidikan.
4. Fase Orde Baru
Fase ini juga merupakan kelanjutan dari fase awal kemerdekaan dan orde lama. Namun di fase ini, pendidikan Islam diperkuat lagi dalam sistem pendidikan nasional. Hingga kepada SKB tiga menteri memperkuat posisi pendidikan Islam dalam sistem Pendidikan Nasional.
5. Fase Reformasi dan era globalisasi
Pada Fase ini, pendidikan Islam semakin diperkuat karena masuk dalam sistem pendidikan nasional dan keluasan serta kebebasan sistem pemerintahan dari sentralisasi menuju desentralisasi. Ditambah lagi otonomi daerah, sehingga memperkuat dan memberi kesempatan bagi pendidikan Islam.
Di fase ini juga merupakan fase modernisasi pendidikan Islam yang masuk kepada lembaga-lembaga formal, kebijakan, pengajaran dan perkembangan teknologi pendidikan. Semakin dirasakan kemajuan lembaga-lembaga pendidikan Islam dan bahkan banyaknya kebijakan yang memperkuat pendidikan Islam dalam sistem pendidikan nasional, kemerosotan moral dan pengaruh arus global serta mudahnya akses informasi merupakan tantangan terbesar bagi penanaman nilai-nilai ajaran Islam di dunia pendidikan Islam.
Demikianlah tulisan ini, semoga bermanfaat bagi para pembaca, kiranya terdapat kesalahan dalam penulisan dan penjelasan konsep. Mohon dapat memberikan masukan dan komentar, sehingga penulis dapat mengoreksi dan sama-sama kita menyampaikan apa yang haq dan apa yang batil.
Jumat, 18 Maret 2016
Peran orang tua dalam pendidikan(part 2)
Orang tua sekarang dituntut untuk lebih besar lgi perannya, dengan perkembangan era digital dan mudahnya akses informasi bagi anak semakin membuat posisi peran orang tua menjadi sangat krusial.
Pada part 1 orang tua dijelaskan bahwa mereka salah satu tempat terjadinya proses pendidikan bagi anak. Dalam topik yang sama, kali ini kita lebih menekankan lagi pentingnya tanggung jawab orang tua.
Pendidikan merupakan usaha sadar orang dewasa untuk membentuk penerusnya dalam melanjutkan nilai, budaya, tradisi yang baik bahkan mempersiapkan generasi penerus yang lebih unggul bagi mereka. Pun juga terhadap orang tua, keinginan para anaknya menjadi orang yang beguna bagi keluarga, masyarakat, agama dan bangsa. Tentunya orang tua akan berusaha keras bagaimana membentuk anaknya menjadi pewaris nilai-nilai akhlak, tradisi-tradisi keluarga yang baik, ataupun cita-cita orang tua agar anaknya lebih baik dari mereka.
Sebagaimana kita ketahui, tantangan pasti datang ditengah upaya orang tua dalam mendidik anaknya, misalnya saja pranata sosial di lingkungan masyarakat yang memiliki keragaman pprilaku, perkembangan komunikasi secara digital secara cepat dan mudah diakses. Semuanya harus difilter orang tua, mana nilai positi dan mana nilai yang dianggap negatif da berdampak kurang baik bagi perkembangan prilaku anak. Bersambung.....
Pada part 1 orang tua dijelaskan bahwa mereka salah satu tempat terjadinya proses pendidikan bagi anak. Dalam topik yang sama, kali ini kita lebih menekankan lagi pentingnya tanggung jawab orang tua.
Pendidikan merupakan usaha sadar orang dewasa untuk membentuk penerusnya dalam melanjutkan nilai, budaya, tradisi yang baik bahkan mempersiapkan generasi penerus yang lebih unggul bagi mereka. Pun juga terhadap orang tua, keinginan para anaknya menjadi orang yang beguna bagi keluarga, masyarakat, agama dan bangsa. Tentunya orang tua akan berusaha keras bagaimana membentuk anaknya menjadi pewaris nilai-nilai akhlak, tradisi-tradisi keluarga yang baik, ataupun cita-cita orang tua agar anaknya lebih baik dari mereka.
Sebagaimana kita ketahui, tantangan pasti datang ditengah upaya orang tua dalam mendidik anaknya, misalnya saja pranata sosial di lingkungan masyarakat yang memiliki keragaman pprilaku, perkembangan komunikasi secara digital secara cepat dan mudah diakses. Semuanya harus difilter orang tua, mana nilai positi dan mana nilai yang dianggap negatif da berdampak kurang baik bagi perkembangan prilaku anak. Bersambung.....
Rabu, 16 Maret 2016
Membudayakan prilaku keagamaan di sekolah
Kurikulum di sekolah terkadang bagus pada konsep namun pelaksanaan banyak terjadi kendala. Memang di sekolah tidak hanya kurikulum yg dibuat dalam bentuk dokumen sekolah.
Ada yang namanya hidden curriculum atau kurikulum tersembunyi. Adalagi kurikulum pembiasaan yang sebagian orang ini masuk kepada hidden curriculum. Namun ada sebagian kurikulum pembiasaan bisa berasal dari konsep yang sudah ada namun diterapkan secara konsisten hingga menjadi suatu kebiasaan.
Hal yang paling besar tantangannya adalah penanaman sikap positif, dalam islam disebut dengan akhlak mulia. Bahkan undang undang sistem pendidikan pun menyebut akhlak mulia.
Penanaman akhlak mulia di sekolah merupakan tantangan terbesar. Karena nilai nilai akhlak yang akan ditanamkan kepada anak tidak hanya dalam konsep kemudian disosialisasikan dan selesai. Tapi perlunya membiasakan atau konsistensi pelaksanaan. Model yang bisa digunakan adalah model rasulullah yakni model keteladanan dan pembiasaan. Dengan contoh sikap yang ditunjukkan guru anak didik akan menduplikasi. Namun perlunya keberlanjutan dan konsistensi dalam mencontohkan prilaku prilaku postif pada anak.
Dengan konsistensi dalam mencontohkan nilai nilai akhlak dan konsistensinya. Barulah akan membudaya pada lingkungan sekolah.
Ada yang namanya hidden curriculum atau kurikulum tersembunyi. Adalagi kurikulum pembiasaan yang sebagian orang ini masuk kepada hidden curriculum. Namun ada sebagian kurikulum pembiasaan bisa berasal dari konsep yang sudah ada namun diterapkan secara konsisten hingga menjadi suatu kebiasaan.
Hal yang paling besar tantangannya adalah penanaman sikap positif, dalam islam disebut dengan akhlak mulia. Bahkan undang undang sistem pendidikan pun menyebut akhlak mulia.
Penanaman akhlak mulia di sekolah merupakan tantangan terbesar. Karena nilai nilai akhlak yang akan ditanamkan kepada anak tidak hanya dalam konsep kemudian disosialisasikan dan selesai. Tapi perlunya membiasakan atau konsistensi pelaksanaan. Model yang bisa digunakan adalah model rasulullah yakni model keteladanan dan pembiasaan. Dengan contoh sikap yang ditunjukkan guru anak didik akan menduplikasi. Namun perlunya keberlanjutan dan konsistensi dalam mencontohkan prilaku prilaku postif pada anak.
Dengan konsistensi dalam mencontohkan nilai nilai akhlak dan konsistensinya. Barulah akan membudaya pada lingkungan sekolah.
PERAN ORANG TUA DALAM PENDIDIKAN
Pendidikan tidak hanya di lingakaran kelas belajar antar siswa ataupun dengan guru, proses khidupan juga bagian dri proses pendidikan. Tapi kita tidak membahas lebih luas.
Kita ingat konsep trias pendidikan konsep yg tak lepas dri berjalannya proses pendidikan.
Istilah trias pendidikan merupakan penguatan pentingnya peran tiga institusi atas keberhasilan pendidikan.
Ketiga peran institusi tersebut adlah keluarga, sekolah dan masyarakat. Ketiga unsur tersebut merupakan tempat terjadinya pendidikan baik formal maupun nonformal.
Salah satu peran penting ketiga hal tersebut adalah keluarga, dimana keluarga adlah lingkungan pertama anak berproses hingga dewasi. Segala bentuk pengetahuan tindakan, ataupun ekspresi sikap yang digambarkan anggota keluarga akan di duplikasi bagi seorang anak. Entah itu bersifat positif atau negatif. Semua proses duplikasi di lingkungan keluarga akan membentuk anggota keluarga.
Anak merupakan kertas putih yang harus di isi dan diukir dengan nilai-nilai akhlak mulia, sebagaimana dijelaskan bahwa anak itu terlihat bagaimana orang tua membentuk pengalaman anak di rumah yang nanti akan menjadi sikap baginya.
Di sinilah peran orang tua ditekankan sangat penting bagi pembentukan sikap anak. Bahkan islampun mengajarkan tidak hanya didikan. Mulai dari rezeki yang diberikan keanak pun halalan thayyibah. Halal dan baik bagi anak.
Dalam surat lukman allah menekankan pentingnya orang tua terhadap anak mengarakan kepada ketauhidan dan prilaku positif.
Bersambung.....
Kita ingat konsep trias pendidikan konsep yg tak lepas dri berjalannya proses pendidikan.
Istilah trias pendidikan merupakan penguatan pentingnya peran tiga institusi atas keberhasilan pendidikan.
Ketiga peran institusi tersebut adlah keluarga, sekolah dan masyarakat. Ketiga unsur tersebut merupakan tempat terjadinya pendidikan baik formal maupun nonformal.
Salah satu peran penting ketiga hal tersebut adalah keluarga, dimana keluarga adlah lingkungan pertama anak berproses hingga dewasi. Segala bentuk pengetahuan tindakan, ataupun ekspresi sikap yang digambarkan anggota keluarga akan di duplikasi bagi seorang anak. Entah itu bersifat positif atau negatif. Semua proses duplikasi di lingkungan keluarga akan membentuk anggota keluarga.
Anak merupakan kertas putih yang harus di isi dan diukir dengan nilai-nilai akhlak mulia, sebagaimana dijelaskan bahwa anak itu terlihat bagaimana orang tua membentuk pengalaman anak di rumah yang nanti akan menjadi sikap baginya.
Di sinilah peran orang tua ditekankan sangat penting bagi pembentukan sikap anak. Bahkan islampun mengajarkan tidak hanya didikan. Mulai dari rezeki yang diberikan keanak pun halalan thayyibah. Halal dan baik bagi anak.
Dalam surat lukman allah menekankan pentingnya orang tua terhadap anak mengarakan kepada ketauhidan dan prilaku positif.
Bersambung.....
Minggu, 03 Mei 2015
KOPI DAN HUJAN
Ngopi sangat pas ketika disuguhkan pada moment yang tepat. Tidak semua orang dapat menikmati secangkir kopi. Mereka mungkin pernah minum kopi, tapi sedikit orang yang menikmati rasanya saat minum kopi.
Bagi saya kopi memiliki banyak cerita, pengalaman dan inspirasi.
Kopi bermakna cinta kalau yang menyuguhkan adalah orang yang kita sayang.
Kopi terasapahit jika tak diberi gula. hehe
Bagi saya kopi memiliki banyak cerita, pengalaman dan inspirasi.
Kopi bermakna cinta kalau yang menyuguhkan adalah orang yang kita sayang.
Kopi terasapahit jika tak diberi gula. hehe
HARI PENDIDIKAN NASIONAL
Suatu komunitas tentunya ingin mempertahankan nilai-nilai budaya yang selama ini sudah dianut, namun ada juga yang menganggap tidak harus terlalu kaku dengan budaya global yang sifatnya terbuka bahkan tidak terikat dengan nilai-nilai absolute. Di sisi lain, ada komunitas tetap mempertahankan nilai-nilai yang sudah dianut, namun perlu juga menerima atau memfilter nilai-nilai luar untuk dikonfirmasikan dengan niai-nilai yang ada. Komunitas yang lebih mendialogkan atau melakukan akulturasi budaya ini lebih dikenal dengan masyarakat/komunitas yang transpformatif.
Proses mempertahankan atau akulturasi kultur leluhur dengan kultur baru perlu dibudayakan melalui sebuah proses regenarasi baik itu yang bersifat formil-normatif maupun terjadi secara alami.
Dalam kaitannya dengan mempertahankan/mengakulturasikan kedua nilai budaya tersebut lebih banyak perhatiannya pada upaya orang-orang yang lebih dewasa kepada generasi di bawah mereka melalui proses penanaman yang bersifat formil dan naormatif. Proses inilah yang disebut dengan pendidikan dari aspek tujuan dasar adanya pendidikan tersebut.
Proses pendidikan yang dilakukan oleh orang-orang dewasa ingin membangun komunitas yang dapat mempertahankan nilai-nilai yang mereka anut agar komunitasnya tetap bertahan. Bahkan ingin generiasi berikutnya lebih baik dan lebih maju dari genarasi mereka. Bagaimana dengan bentuk pelaksanaannya, proses pendidikan tersebut dapat bersifat penanaman secara alami melalui tatanan sosial masyarakat dewasa kepada generasi muda di lingkungannya. Proses tersebut juga dapat bersifat kelembagaan formil yang sudah terstruktur nilai-nilai yang akan diajarkan di dalam lembaga tersebut.
Proses yang kedua yang saat ini dipertahankan oleh setiap komunitas masyarakat baik komunitas besar, maupun komunitas yang hanya terdiri dari kelompok-kelompok kecil.
seperti halnya di Indonesia yang memiliki keragaman komunitas suku, bahasa, budaya, adat, agama. Dimana nilai-nilai yang harus dibangun dari keragaman tersebut harus tetap dipertahankan dan agar tidak terjadi gesekan nilai yang menyebabkan ketidakrukunan antar masyarakat yang heterogen ini.
Proses pendidikan yang dilaksanakan di Indonesia sebenarnya sudah terjadi semenjak masa awal nenek moyang kita menginjakkan kakinya di bumi nusantara ini. Pada zaman prasejarah, sudah ada proses pendidikan bagaimana mempertahankan hidup melalui berburu dan bercocok tanam. Pada zama sejarah indonesia, di masa kerajaan-kerajaan dalam mempertahankan wilayah kekuasaan masing masing saling bersaing untuk menjadi dominan agar kultur dan budaya mereka menjadi dominan diantara-kerajaan-kerajaan lainnya. Hingga akhirnya munculnya kultur penjajah yang membawa nilai-nilai budaya baru dan sangat berbeda dengan masyarakat pribumi, berbagai macam respon dan gejolak bahkan lahirnya penjajahan asing dan perlawanan pribumi terhadap masyarakat asing karena benturan budaya dan kultur tersebut. bersambung.....
Rabu, 31 Desember 2014
PUISIKU
PERGANTIAN MALAM
"jonson hendak tidur"
Bukan sekedar malam yang berganti
Tapi malam itu lebih meriah dri malam-malam lainnya
Suara-suara petasan seperti memberi tanda tradisi tahunan yang muncul setiap diujung Desember
Kebanyakan orang ingin merayakan
sedikit orang lebih baik tidur
Tahun ini agak berbeda,
tidak hanya antara tidur dan ingin merayakan
ditengah-tengah ada saudara yang bersedih
rumah mereka tergenang
Saudara mereka tertimbunan tanah longsor
Bahkan dipenghujung
ada saudara kita yang kehilangan sank saudara melalui tragedi QZ8501 AirAsia.
Semua letusan itu seakan penuh makna spesial diawal tahun 2015
Alonly
"jonson hendak tidur"
Bukan sekedar malam yang berganti
Tapi malam itu lebih meriah dri malam-malam lainnya
Suara-suara petasan seperti memberi tanda tradisi tahunan yang muncul setiap diujung Desember
Kebanyakan orang ingin merayakan
sedikit orang lebih baik tidur
Tahun ini agak berbeda,
tidak hanya antara tidur dan ingin merayakan
ditengah-tengah ada saudara yang bersedih
rumah mereka tergenang
Saudara mereka tertimbunan tanah longsor
Bahkan dipenghujung
ada saudara kita yang kehilangan sank saudara melalui tragedi QZ8501 AirAsia.
Semua letusan itu seakan penuh makna spesial diawal tahun 2015
Alonly
I saw My room no one
I know that place was dark
But, is darkness is killer
I thought, I set in alonly
No light
No one or no friend
No body there is can help me
Alone
Just that word
Thanks for “alone”
Created ME
My room is lost
Rumahku
Tidak ada pintu
Meskipun secara kasatmata
Terpampang di depanku
Karena kesejukan tak aku temui di sana
Mungkin aku hanya bisa menyimpan konci itu
Agar menambah koleksi tukang duplikat konci
Rumahku
Taman kasih sayang
Hanya cerita yang pernah ku alami
Tidak ada lagi penantian fajar bersama angin malam
Yang biasanya berenda itu
Menjadi tempat di pagi dan sore
Tidak adalagi perhatian pada kupu-kupu di taman belakang rumah
Rumahku
Kini kau hanya susunana bata
Dan kayu yang dilindungi genteng
Dari ciuman panas dan hujan
Aku tak bisa lagi memberimu nama
“RUMAHKU”
Hanya karena sedikit napas kehidupan yang kugadaikan
Joe
Dalam karya
tak pernah ku maknai
Konvensi Zaman
Perang kali ini tidaklah dengan senjata api
Atau meriam berlubang setengah wajah
tidaklah dengan bom atom ketiga, meski 1 dan 2
sudah mendarat di hirosoma dan naga saki
bukan pula dengan darah kekejaman Hitler
Perang kali ini
dengan senjata prostitusi akal
budaya tidak lagi menjadi estetika
seni tidak hanya bersmbunyi dari estetikanya
tapi komersial telah menjadi ibu tiri
yang dihormati
Bom terhadap moral
telah menciptakan korban-korban dikursi polotik
atau dipasar modal
yang menutup jalan rakyat-rakyat kecil
ada rakyat-rakyat kecil
tentunya ada rakyat-rakyat besar
tidak salah juga kalau nilai kemanusiaan berubah
inilah konversi zaman
joe
mencari rumah publik
Untuk apakah….?
Jalan di negeri ini
Boleh menjadi tol
Tanah dinegeri ini boleh menjadi hamparan
Tempat gedung-gedung tinggi berdiri
Namun kekuasaan di negeri ini
Tidak semestinya mencuri tanah rakyat
Dengan topeng penggusuran
Karena mereka tak pantas di sana
Aku hanya bisa bicara di sini
Tidak ada gerak
Tuk mengambil kembali kehidupan rakyat
Yang dicuri oleh fron pembela materialisme
Tapi menurutku, lebih baik
Berbicara daripada membungkam diri sendiri,
Bahkan untuk membeli tiket nonton kemegahan
Para penindas moral pun tidak bisa
Atau mungkin sekarang ini kembali barter
Kehormatan dijual untuk menikmati kehormatan orang.
Tanah di negeri ini bukan lagi pijakan moral,
Tapi tempat tempat berkembangnya politikus
Bertopeng monyet
Eknom berwajah tikus
Bahkan pemimpin pun
Bertopeng pahlawan bertopeng
Aku pernah….!
Kemarin aku merasa nyaman
Sembako tidak pernah terpikir naik turun
Pengedar narkoba jarang menjadi artis liputan kriminal
Entah takut beramal pada polisi
Atau karena lincahnya menyimpan tangan
Kemarin aku tidak terganggu dengan teriakan mahasiswa,
Atau rakyat timor timur ingin cerai dari negri ini
Bahkan teriakan dengan pengibaran bendera irian barat
Tapi itu hanyalah aku pernah…!
Karena hari ini….!
aku melihat reformasi yang sedang berjalan
Gedung perwakilan rakyat itu
Seperti berenda depan rumah
Tempat muda mudi akademik nongkrong
karena usai menumbangkan jeruji penjara kekuasaan
Yang telah menunutp mata rakyat 32 tahun
Tikus berwajah pahlawan pun kocar-kacir
Tapi sayang ledakan reformasi untuk demokrasi itu
memberi tumbal yang besar
Sayang ini semua hanya aku pernah…!
Bendera
Tak sempat melihat senyum matahari
Bersama siulan burung pipit
Para pesisir pantai tak lagi serta merta menebar jalanya
Seharusnya ada tiap pagi mereka keladang
Mengurusi padi dan sayur
Ada mereka yang menjual ikan kepasar
Sayang itu hari ini kosong
Aktivitas yang sudah dicuri
Karena tamu seberang benua
Yang pura pura menjadi teman
Tapi kini, mencuri hak-hak itu
Bahkan kesempatan intuk hidup yang layakpun
Menjadi undang-undang larangan bagi mereka
Inilah katanya..
Yang harus kita usir dari negeri ini
Kita harus angkat panji kita
Beri kesempatan saudara kita melihat senyum matahari
Dengan kemakmuran yang pernah dinikmati
Bendera itulah ynag harus dikibarkan
Menunjukkan kekuatan kita
Bendera
Itulah panji kita
Desember
Desember sama dengan bulan lainnya
Tapi yang membedakan, ia berada di ujung tahun
Bulan ini harus dipadat dengan toples politik setahun terakhir
Harus disubsidi bantuan kemiskinan yang semakin besar
Hanya…
Desember bukan lagi
Koreksi yang memberi nilai
pada peradaban satu tahun yang lewat
hanya desember yang menjadi rubrik pembicaraan
yang menjadi ladang pengusaha
sampai pada penjual terompet tahun baru
hanya…
desember menjadi momen untuk mmutar
sejarah yang tak kunjung menyadarkan manusia
dari amukan keserakahan
dan tidasan kekuasaan
hanya inilah bulan desember
Kalau…
Kalau diperintah bicara
aku akan berkata berbohong
akalu aku diperintah diam
maka aku akan membungkam
mulutku dengan uang
kalau diperintah ni itu
aku akan melakukan itu ini
tidak adalagi label kejujuran
saat palu pengadilan disahkan diatas lembaran
mata uang
tidak adalagi toleransi
saat pedagang kelas atas menginjak
harga bahan pokok petani
tidak perlu memandang jelek setiap sudut
toh itu semua sudah tampak sendiri
dan dilahirkan dibola ajaib ini
kalau saja kamu mau tau
akan kuberu tahu…
ini dalah kesenangan dan kebahagian yang empat tersembunyi
aku
aku…
bisa melihat duka
karenah ulahku sendiri
kebencian yang kuciptakan itu sengaja
aku tak bisa mengharap kebahagiaan
bahkan untuk menyumbangkan senyuman
aku tak rela
aku tak ikhlas kalua senyumku datang
tapi seribu kebencian
membunuhku
aku tak ikhlas
kalau senyumku datang
tapi dinikmati oleh orang-orang yang bermuka dua
duka benci lebih baik bagi ku
aku…
adalah duka, benci yang lahir
aku adalah orang yang menolak senyumku sendiri
Entah apa…
berita menghibur dengan laporan akhir tahun
politikus pmemasang target kekuasaan
bahkan lembaga keadilan memberi makna
antara pelaku kriminal hak dan politisasi
alam sudah menunjukkan laporan yang nyata
dengan tinta air keruh
membanjiri ibu kota sekalipun
moral sudah dibatasi oleh pemodal
agama semakin dekat dengan penguasa
namun ini ada yang memberi makna
entah apa…!
Apa kamu tau
Keadilan itu telah hilang
Tanpa membungkam tikus feodal;
Yang bisa memngerogoti palu hakim
Kejujuran akan lenyap dari asas nilai
Itu berwajah komersil
Padahal keadilan itu
Tumbuh karena kesadaran
Padahal kejujuran itu
datang dari kenyatan sosial yang terjadi
selang waktu
selang waktu menjadi peluang
guna menikmati kesenangan sesaaat
tidak ada keraguan yang menghampiri
ketika keindahan itu muncul
menirukan nilai nilai seni
yang kita sebut itu wujud estetika
selang waktu memang memperindah dari monoton kegiatan kita
dorongan fitrahlah yang membuat kita merasakan wujud estetik
padahal…
banyak orang yang tidak mengalami selang waktu
bukan karena sembunyi dalam kesibukan
atau bukan karena hanya tak peduli dengan waktu
tapi adalah mereka tak bisa merasakan wujud estetika
meski merea berada dlam selang waktu.
Selamat datang
Tidak ada ketenangan
Guyuran hujan tak henti membasahi hbola besar ini
Memanti detik seperti susah namun
Setelah lewat detik masa itu
Harus dibalas dengan dentuman disetiap sisi bola ini
Pecahan ledakan petasan
Pertanda bangga awal tahun
Ada yang sibuk membuat rencana
Atau mungkin ketika detik itu berlalu
Dia sudah dengan kehidupan yang baru
Yang telah ia rencanakan
Ada orang sibuk memberikan ucapan paad setiap orang yang dicintainya
Ya itulah…
Ada saja…
semua ini hanya inspirasiku yang masih tersisa di ujung pena
KALEIDOSKOP PENDIDIKAN INDONESIA 2014
SELAMAT DATANG TAHUN 2015
SELAMAT TINGGAL TAHUN 2014
"Tahun ini tim Indonesia berhasil meningkatkan prestasi dengan memperoleh 14 medali emas, 26 medali perak, 53 medali perunggu dan 34 merit award," demikian siaran pers dari Klinik Pendidikan MIPA di Jakarta Rabu 6 Agustus 2014.
Siswa-siswa Indonesia menorehkan prestasi yang membanggakan dalam International Mathematics Contest (IMC) Singapore 2014. Tim Indonesia mampu membawa belasan medali emas dan puluhan medali perak dalam ajang yang tahun ini diikuti oleh tim dari sembilan negara itu.
SELAMAT TINGGAL TAHUN 2014
Pergantian tahun 2014 hanya dalam hitungan menit, suara petasan pun sudah mulai terdengar-asap bercampur aromah jagung bakar pun sudah tercium-gegap gempita menyambut tahun baru ditengah hingar bingar kendaraan malam yang ikut meramaikan malam pergantian tahun. setidaknya suasana itu akan terasa hingga pukul 2 esok pagi.
Bukan itu yang ingin disampaikan.
BAGAIMANA PERJALANAN PENDIDIKAN KITA SELAMA TAHUN 2014 INI?
Rasanya pendidikan di tahun 2014 ini menjadi salah satu rating berita tertinggi. Tidak hanya karena perubahan kurikulum dan pemisahan pendidikan tinggi ke kementerian riset dan teknologi.
Adanya banyak kabar baik dan buruk di dunia pendidikan kita, setidaknya dalam 1 tahun ini, seperti yang dirilis dalam situs unnes.net;
Januari: penahanan ijazah dari sekolah karena siswa masih tersangkut urusan administrasi
Februari: lembar jawaban UN yang buruk.
Maret: kasus pedofilia yang terjadi di lembaga pendidikan yang berstandar internasional di jakarta.
April: Demo guru honor yang menuntut perhatian pemerintah saat ini gaji 300.000/bulan
Mei: Peringatan hari pendidikan yang tidak hanya memperingati hari lahir bapak pendidikan Ki Hajar dewantara, tetapi juga sebagai momentum memperkokoh semangat. Pemerintah yang sudah menyampaikan kebijakan layanan melalui BOS, BSM dan lain-lain.
Juni: Perdana pengiriman buku Kurikulum 2013 untuk tahun pelajaran 2014-2015 dalam kondisi bersamaan dengan masa kampanye capres dan cawapres yang saat itu juga membicarakan isu pendidikan.
Juli: Tahun ajaran baru pemerintah menerapkan secara serentak Kurikulum 2013 di jenjang pendidikan dasar dan menengah. Tak pelik berbagai permasalahan muncul, mulai dari pengadaan buku, kesiapan guru dan kesiapan sekolah serta siswa yang serba terbatas. hingga saat ini kekurangan buku pada semester 1 pun tidak ada kejelasannya. termasuk tidak meratanya guru-guru untuk ikut pelatihan kurikulum 2013.
Agustus: Dunia pendidikan dikagetkan dengan masuknya Islamic State Iraq n Suriah Alias ISIS untuk deklarasi pertama di UIN syarif hidayatullah. Gerakan radikal inipun disninyalir sudah banyak merekrut warga indonesia dan terutama masuk ke dunia pendidikan pesantren dan perguruan tinggi.
September: HEboh pemberitaan tentang guru yang salah konsep mengajarkan matematika kepada siswa.
Oktober: setelah dilantiknya kabinet kerja Jokowi JK. Terpilihnya anis Baswedan sebagai menteri pendidikan dan kebudayaan yang sekarang kementerian dipisah menjadi kementrian pendidikan dasar dan menengah dan kementerian riset teknologi dan perguruan tinggi.
Nopember: Kritik siswa di media sosial "murid terlambat di hukum guru terlambat tidak dihukum" ternyata ksindiran itu berbuntut panjang dan mengakibatkan siswa yang membuat sindiran tersebut dikeluarkan dari sekolah, tak hanya itu kepala sekolah akibat salah kebijakan akhirnya juga dicopot dari jabatan kepala sekolah dan dimutasi ke daerah lain.
Desember: Anis mengumumkan atas pemberhentian kurikulum 2013 untuk sekolah yang baru satu semester, dan yang sudah menjalankan 3 semseter tetap melanjutkan kurikulum 2013. Dan menteri langsung mengirim surat ke semua sekolah yang menjalankan Kurikulum 2013.
Sumber: Mengutip dari situs: http://www.unnes.net/2014/12/kaleidoskop-pendidikan-2014.html pukul 22:39 WIB tanggal 31 Desember 2014
Bagaimana dengan prestasi dunia pendidikan selama tahun 2014 ini. tentunya kita juga perlu melihat prestasi generasi penerus bangsa yang notabene merupakan produk dunia pendidikan bangsa kita. Kita tetap harus berbangga hati dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah mengukirkan sejarah prestasi di dalam dan di luar negeri.
Selama tahun 2014 setidaknya ada beberapa catatan penulis yang dikutip dari berbagai sumber, sebagai berikut:
Bagaimana dengan para pelajarnya, apakah selama 2014 ini sudah menorehkan prestasi sebagai wujud produk pendidikan bangsa. Seperti yang di rilis dalam situs:http://rakanews.com/06/08/2014/5225/prestasi-anak-negeri-melonjak-tajam-di-dunia-internasional/
Pada tahun 2014 sekitar 70 persen siswa Indonesia yang dikirim
mendapat medali dalam ajang internasional, sedangkan tahun lalu hanya 50 persen
saja. "Hal ini karena adanya pembinaan yang lebih baik dalam menghadapi
kompetisi ini,""Tahun ini tim Indonesia berhasil meningkatkan prestasi dengan memperoleh 14 medali emas, 26 medali perak, 53 medali perunggu dan 34 merit award," demikian siaran pers dari Klinik Pendidikan MIPA di Jakarta Rabu 6 Agustus 2014.
Siswa-siswa Indonesia menorehkan prestasi yang membanggakan dalam International Mathematics Contest (IMC) Singapore 2014. Tim Indonesia mampu membawa belasan medali emas dan puluhan medali perak dalam ajang yang tahun ini diikuti oleh tim dari sembilan negara itu.
Dalam lomba yang digelar di Singapura
mulai 1 hingga 4 Agustus 2014 ini, Tim Indonesia di bawah koordinasi
Klinik Pendidikan MIPA pimpinan Ridwan Hasan Saputra, mengirimkan 129
pelajar. Tim itu terdiri dari siswa kelas III SD hingga XI SMA. Tahun
ini merupakan keikutsertaan ke tujuh bagi Indonesia dari sepuluh kali
lomba yang sudah digelar."Lomba ini diikuti oleh 1.165 siswa dari 9
negara. Negara-negara yang ikut adalah China, Indonesia, Iran , Korea
Selatan, Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan, dan Thailand,"
ujar Ridwan yang juga Presiden Direktur Klinik Pendidikan MIPA dan
Pelatih Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat
Pembinaan Sekolah Dasar.
Keempat belas peraih medali emas tersebut adalah Jeanice Eliana
Setyono (SDK 6 Penabur Jakarta), Alma Putri Nashrida (SDI Al Azhar 14
Semarang), M Jilan Wicaksono (MIN NU Assaadah), M Arif Wibisono (SDI AL
Azhar 9 Kemang Pratama),
Justin Adrian Hasan (SD Pangudi Luhur 2
Surakarta), Dick Jessen William (SMP Santa Maria Pekan Baru), Kinantan
Arya Bagaspati (SMPN 2 Purwokerto).Selain itu, Alfian Edgar Tjandra (SMP
Springfield), Prawira Satya Darma (SMPN 115 Jakarta), Iqbal Naufal
(SMPN 5 Bandung), Adrianzka Mayreswara Dewa (SMPI 8 Al Azhar Kemang
Pratama), Nicholas Steven Husada (SMA Saint Peter Jakarta),
Eugehan Agahidwivanka (SMA Negeri Unggulan MH Thamrin Jakarta), dan Rezky Arizaputra (SMA AL Azhar 1 Kebayoran).
Di antara peserta IMC Singapura terdapat empat siswa SMA yang sebelumnya mengikuti kegiatan China Southeast Mathematics Olympiad (CSMO) pada 25-30 Juli 2014 di Hangzhou, China, yang diiuti oleh 638 siswa SMA dari berbagai negara.
Empat siswa yang dikirim dari tim Klinik Pendidikan MIPA juga berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan memperoleh 1 emas, 2 perak dan 1 perunggu, dalam ajang itu.
Medali emas diraih oleh Rezky Arizaputra (SMA AL Azhar 1 Kebayoran), perak diraih oleh Nicholas Steven Husada (SMA Saint Peter Jakarta) dan Eugehan Agahidwivanka (SMA Negeri Unggulan MH Thamrin Jakarta), dan perunggu diraih oleh Ghiffary Aby Malik Nasoetion (SMAN 8 Jakarta).
Di antara peserta IMC Singapura terdapat empat siswa SMA yang sebelumnya mengikuti kegiatan China Southeast Mathematics Olympiad (CSMO) pada 25-30 Juli 2014 di Hangzhou, China, yang diiuti oleh 638 siswa SMA dari berbagai negara.
Empat siswa yang dikirim dari tim Klinik Pendidikan MIPA juga berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan memperoleh 1 emas, 2 perak dan 1 perunggu, dalam ajang itu.
Medali emas diraih oleh Rezky Arizaputra (SMA AL Azhar 1 Kebayoran), perak diraih oleh Nicholas Steven Husada (SMA Saint Peter Jakarta) dan Eugehan Agahidwivanka (SMA Negeri Unggulan MH Thamrin Jakarta), dan perunggu diraih oleh Ghiffary Aby Malik Nasoetion (SMAN 8 Jakarta).
Sebenarnya ada banyak raihan prestasi, tidak hanya di bidang MIPA. dibidang olahraga, baru-baru ini siswa indonesia mendapat medali emas kejuaraan Catur tingkat internasional. KArya inovatif pembuatan Helm dengan menggunakan pelembab. Berbagai cabang seni, olahraga lainnya kalau dicatatkan di sini bisa menjadi sejarah panjang.
Namun prestasi jangan sampai hanya sebatas menggantung medali dileher dan menyisakan kebanggaan sesaat. Mereka yang berprestasi perlu dibina dan diarahkan. Jatidiri bangsa akan tampak dan terlihat dipandang sepanjang masa jika mereka yang berprestasi diarahkan untuk terus meningkatkan prestasi dan menmberi motivasi bagi yang lain untuk ikut menoreh prestasi dan membawa nama bangsa Indonesia.
Di dunia internasional, kualitas pendidikan Indonesia berada di
peringkat ke-64 dari 120 negara di seluruh dunia berdasarkan laporan
tahunan UNESCO Education For All Global Monitoring Report 2012.
Sedangkan berdasarkan Indeks Perkembangan Pendidikan (Education
Development Index, EDI), Indonesia berada pada peringkat ke-69 dari 127
negara pada 2011.
Di sisi lain, kasus putus sekolah anak – anak usia sekolah di Indonesia
juga masih tinggi "Berdasarkan data Kemendikbud 2010, di Indonesia
terdapat lebih dari 1,8 juta anak setiap tahun tidak dapat melanjutkan
pendidikan, Hal ini disebabkan oleh tiga faktor, yaitu faktor ekonomi;
anak – anak terpaksa bekerja untuk mendukung ekonomi keluarga; dan
pernikahan di usia dini,” menurut Sekretaris Direktorat Jendral
Perguruan Tinggi Dr. Ir. Patdono Suwignjo, M. Eng, Sc di Jakarta. Dalam
laporan terbaru Program Pembangunan PBB tahun 2013, Indonesia menempati
posisi 121 dari 185 negara dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dengan
angka 0,629. Dengan angka itu Indonesia tertinggal dari dua negara
tetangga ASEAN yaitu Malaysia (peringkat 64) dan Singapura (18),
sedangkan IPM di kawasan Asia Pasifik adalah 0,683.
Sumber: http://www.prestasi-iief.org/index.php/id/feature/68-kilas-balik-dunia-pendidikan-di-indonesia
Ada baiknya prestasi yang telah ditorehkan para siswa kita ke depan mereka dapat merubah posisi pendidikan kita di dunia internasional dalam hal kualitas SDMnya.
Semoga awal tahun 2015 kelak permasalahan dan prestasi di atas menjadi perhatian penuh. Terutama jantung pelaksanaan pendidikan yakni kurikulum yang saat ini menjadi sangat krusial. karena kurikulum yang tepat akan menetukan generasi penerus 20 tahun mendatang.
Sabtu, 13 Desember 2014
Pangeran Kecilku
Semua orang tua menanti buah hatinya tumbuh dengan sempurna, tidak hanya kesempurnaan fisik yang diharapkan. Kesempurnaan akhlak dan akal menjadi harapan besar bagi mereka.
Anak adalah titipan, anak merupakan cerminan orangtuanya di hari depan. Bagaimana mereka mendidik anaknya saat kecil akan menentukan akan seperti apa nanti anak yang mereka banggakan saat kecil.
Karena di saat kecil, anak selalu mendapat senyum, tawa, pujian, sanjungan dan tak sedikit mereka disalahkan karena kepolosannya.
Tapi anak hanyalah seorang anak yang kecilnya lucu dan menghibur orang-orang disekitarnya. Kelak diusia dewasa menjadi kebanggaan orang-orang di sekitarnya.
Jumat, 05 Desember 2014
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Kirim Surat ke Sekolah
Kurikulum 2013 memang penuh cerita, mulai dari sikap terburu-buru pemerintah sebelumnya sampai dengan direpotkannya sekolah dan warga sekolah karena ketidak siapan sekolah untuk memahami apa sebenarnya yang ingin diharapkan dari kurikulum 2013. Harapan awal untuk membentuk generasi berkarakter, logis, berfikir kritis dan saintis ternyata masih jauh. karena dilapangan yang terjadi sekolah diberi pekerjaan rumah yang sangat administratif-birokratif.
Alhamdulillah malam ini Pak menteri menjawab kebigungan para pendidik terhadap keberlangsungan kurikulum 2013 ini.
berdasarkan berita yang saya baca dari situs Tribunnews melalui laporan wartawannya;Laporan Wartawan Tribunnews.com, Randa Rinaldi
TRIBUNNEWS.COm, JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan memastikan menghentikan kurikulum 2013. Kebijakan ini akan diikuti surat edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ke setiap sekolah.
Rencananya, Kemendikbud akan mengirimkan surat edaran tentang penghentian Kurikulum 2013 pada Sabu (6/12/2014).
"Kami kirimkan surat edarannya besok. Jadi, kepala sekolah dan guru bisa memulai kembali menyiapkan kurikulum 2006," ujar Anies saat konfrensi pers di kantor Kemendibud, Jakarta, Jumat (5/12/2014).
Menurut Anies, evaluasi kurikulum baru bisa terlihat jika pelaksanaanya di seluruh sekolah. Kemendikbud menilai kurikulum 2013 harus dilakukan dengan bertahap.
"Masalah kurikulum 2013 bersifat konseptual. Contohnya, ketidakselarasan ide dengan desain kurikulum, hingga ketidakselarasan antara gagasan dengan isi buku teks," ucap Anies.
Anies meminta perubahan kurikulum 2013 ke 2006 tidak perlu dikhawatirkan. Menurutnya, konsep kurikulum 2013 sebenarnya telah diakomodasi oleh kurikulum tahun 2006.
"Kepada guru di sekolah, kami mengharapkan kreativitas dan keberanian guru. Kreativitas guru dalam berinovasi, kunci bagi pergerakan pendidikan di Indonesia," tambah Anies.
Ia menambahkan, pergantian kurikulum secara otomatis akan meningkatkan kualitas pendidikan. Mantan Rektor Universitas Paramadina ini menyebut, guru dan kepala sekolah memiliki peran vital untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Dikutip pada tanggal 5 Desember 2014 pukul 23.54 di http://www.tribunnews.com/nasional/2014/12/05/mendikbud-kirimkan-surat-edaran-ke-sekolah-terkait-perubahan-kurikulum
KURIKULUM 2013 DIHENTIKAN
"Saya memutuskan menghentikan kurikulum 2013 di sekolah-sekolah pada
tahun pelajaran 2014-2015 dan sekolah kembali ke kurikulum 2006,"kata
Anies saat konfrensi pers di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Jumat
(5/12/2014).
Anies menyatakan, evaluasi keputusan kurikulum 2013 telah dikaji oleh Tim Evaluasi Impelementasi Kurikulum 2013. Tim ini telah membuat kajian mengenai penerapan kurikulum 2013 yang sudah berjalan dan menyusun rekomendasi tentang penerapan kurikulum ke depannya.
Kemendikbud beralasan sikap ini diambil berdasarkan belum siapnya sekolah-sekolah melaksanakan kurikulum 2013.
Adapun tiga rekomendasi tim evaluasi yaitu menyangkut keselarasan ide dengan desain, ide dengan isi buku teks serta kesiapan sekolah dan guru. Kurikulum 2013 selanjutnya akan diperbaiki dan dikembangkan melalui sekolah-sekolah yang sejak Juli 2013 telah menerapkan.
"Proses penyempurnaan kurikulum 2013 tidak berhenti, akan diperbaiki dan dikembangkan serta dilaksanakan di sekolah-sekolah percontohan dan pengembangan yang selama ini telah menggunakan kurikulum 2013 selama 3 semester terakhir,"kata Anies.
Mantan Rektor Universitas Paramadina ini menyatakan sekolah-sekolah yang menerapkan kurikulum baru satu semester kembali ke kurikulum 2006. Penerapan ini akan berjalan terus hingga sekolah-sekolah siap untuk menerapkan kurikulum 2013.
Ia menambahkan tugas pengembangan kurikulumn 2013 dikembalikan kepada pusat kurikulum dan perbukuan. Sebelumya, pengembangan kurikulum ditanggani oleh tim ad hoc yang bekerja jangka pendek.
mengutip dari ;tribunnews: http://www.tribunnews.com/nasional/2014/12/05/kemendikbud-hentikan-kurikulum-2013-mulai-tahun-ajaran-baru
Anies menyatakan, evaluasi keputusan kurikulum 2013 telah dikaji oleh Tim Evaluasi Impelementasi Kurikulum 2013. Tim ini telah membuat kajian mengenai penerapan kurikulum 2013 yang sudah berjalan dan menyusun rekomendasi tentang penerapan kurikulum ke depannya.
Kemendikbud beralasan sikap ini diambil berdasarkan belum siapnya sekolah-sekolah melaksanakan kurikulum 2013.
Adapun tiga rekomendasi tim evaluasi yaitu menyangkut keselarasan ide dengan desain, ide dengan isi buku teks serta kesiapan sekolah dan guru. Kurikulum 2013 selanjutnya akan diperbaiki dan dikembangkan melalui sekolah-sekolah yang sejak Juli 2013 telah menerapkan.
"Proses penyempurnaan kurikulum 2013 tidak berhenti, akan diperbaiki dan dikembangkan serta dilaksanakan di sekolah-sekolah percontohan dan pengembangan yang selama ini telah menggunakan kurikulum 2013 selama 3 semester terakhir,"kata Anies.
Mantan Rektor Universitas Paramadina ini menyatakan sekolah-sekolah yang menerapkan kurikulum baru satu semester kembali ke kurikulum 2006. Penerapan ini akan berjalan terus hingga sekolah-sekolah siap untuk menerapkan kurikulum 2013.
Ia menambahkan tugas pengembangan kurikulumn 2013 dikembalikan kepada pusat kurikulum dan perbukuan. Sebelumya, pengembangan kurikulum ditanggani oleh tim ad hoc yang bekerja jangka pendek.
mengutip dari ;tribunnews: http://www.tribunnews.com/nasional/2014/12/05/kemendikbud-hentikan-kurikulum-2013-mulai-tahun-ajaran-baru
Senin, 27 Oktober 2014
JOKOWI DAN SUMPAH PEMUDA I
SOEMPAH PEMOEDA
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE,
BANGSA INDONESIA
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN,
BAHASA INDONESIA
Djakarta, 28 Oktober 1928
Teks Soempah Pemoeda dibacakan pada waktu Kongres Pemoeda yang diadakan di Waltervreden (sekarang Jakarta) pada tanggal 27 - 28 Oktober 1928 1928.
Panitia Kongres Pemoeda terdiri dari :
Ketua : Soegondo Djojopoespito (PPPI)
Wakil Ketua : R.M. Djoko Marsaid (Jong Java)
Sekretaris : Mohammad Jamin (Jong Sumateranen Bond)
Bendahara : Amir Sjarifuddin (Jong Bataks Bond)
Pembantu I : Djohan Mohammad Tjai (Jong Islamieten Bond)
Pembantu II : R. Katja Soengkana (Pemoeda Indonesia)
Pembantu III : Senduk (Jong Celebes)
Pembantu IV : Johanes Leimena (yong Ambon)
Pembantu V : Rochjani Soe'oed (Pemoeda Kaoem Betawi)
Peserta :
Wakil Ketua : R.M. Djoko Marsaid (Jong Java)
Sekretaris : Mohammad Jamin (Jong Sumateranen Bond)
Bendahara : Amir Sjarifuddin (Jong Bataks Bond)
Pembantu I : Djohan Mohammad Tjai (Jong Islamieten Bond)
Pembantu II : R. Katja Soengkana (Pemoeda Indonesia)
Pembantu III : Senduk (Jong Celebes)
Pembantu IV : Johanes Leimena (yong Ambon)
Pembantu V : Rochjani Soe'oed (Pemoeda Kaoem Betawi)
Peserta :
-
Abdul Muthalib Sangadji
-
Purnama Wulan
-
Abdul Rachman
-
Raden Soeharto
-
Abu Hanifah
-
Raden Soekamso
-
Adnan Kapau Gani
-
Ramelan
-
Amir (Dienaren van Indie)
-
Saerun (Keng Po)
-
Anta Permana
-
Sahardjo
-
Anwari
-
Sarbini
-
Arnold Manonutu
-
Sarmidi Mangunsarkoro
-
Assaat
-
Sartono
-
Bahder Djohan
-
S.M. Kartosoewirjo
-
Dali
-
Setiawan
-
Darsa
-
Sigit (Indonesische Studieclub)
-
Dien Pantouw
-
Siti Sundari
-
Djuanda
-
Sjahpuddin Latif
-
Dr.Pijper
-
Sjahrial (Adviseur voor inlandsch Zaken)
-
Emma Puradiredja
-
Soejono Djoenoed Poeponegoro
-
Halim
-
R.M. Djoko Marsaid
-
Hamami
-
Soekamto
-
Jo Tumbuhan
-
Soekmono
-
Joesoepadi
-
Soekowati (Volksraad)
-
Jos Masdani
-
Soemanang
-
Kadir
-
Soemarto
-
Karto Menggolo
-
Soenario (PAPI & INPO)
-
Kasman Singodimedjo
-
Soerjadi
-
Koentjoro Poerbopranoto
-
Soewadji Prawirohardjo
-
Martakusuma
-
Soewirjo
-
Masmoen Rasid
-
Soeworo
-
Mohammad Ali Hanafiah
-
Suhara
-
Mohammad Nazif
-
Sujono (Volksraad)
-
Mohammad Roem
-
Sulaeman
-
Mohammad Tabrani
-
Suwarni
-
Mohammad Tamzil
-
Tjahija
-
Muhidin (Pasundan)
-
Van der Plaas (Pemerintah Belanda)
-
Mukarno
-
Wilopo
-
Muwardi
-
Wage Rudolf Soepratman
-
Nona Tumbel
Catatan :
Sebelum pembacaan teks Soempah Pemoeda diperdengarkan lagu"Indonesia Raya"
gubahan W.R. Soepratman dengan gesekan biolanya.
Sebelum pembacaan teks Soempah Pemoeda diperdengarkan lagu"Indonesia Raya"
gubahan W.R. Soepratman dengan gesekan biolanya.
- Teks Sumpah Pemuda dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928 bertempat
di Jalan Kramat Raya nomor 106 Jakarta Pusat sekarang menjadi Museum Sumpah
Pemuda, pada waktu itu adalah milik dari seorang Tionghoa yang bernama Sie
Kong Liong. - 2. Golongan Timur Asing Tionghoa yang turut hadir sebagai peninjau
Kongres Pemuda pada waktu pembacaan teks Sumpah Pemuda ada 4 (empat) orang
yaitu :
a. Kwee Thiam Hong
b. Oey Kay Siang
c. John Lauw Tjoan Hok
d. Tjio Djien kwie
Peristiwa bersejarah ini mengingatkan kita akan peran pemuda yang memiliki semangat tinggi untuk menjadi suatu bangsa yang berdikari, dari teks sumpah pemuda menitipkan pesan bagi kaum muda akan persatuan dan keutuhan tanah air serta kebanggaan akan bahasa Indonesia sebagai bahasa pemersatu dibalik keberagaman bahasa di tanah air kita ini.
Di tahun ini bersamaan dengan pesta rakyat yang baru saja digelar seolah menjadi langkah baru bagi bangsa Indonesia untuk menjadi Bangsa yang dihargai dan dihormati. Simbol-simbol kembalinya para pemuda sepertinya ingin diperlihatkan oleh Jokowi setelah terpilihnya menjadi presiden termuda kedua setelah Presiden Soekarno. Seperti ingin menunjukkan para pemuda dapat berperan dan mengemban amanah rakyat dan melanjutkan apa yang telah dideklarasikan pada tanggal 28 Oktober 1928
Setelah dilantiknya tanggal 20 Oktober, Jokowi sepertinya ingin mengenalkan gaya kepemimpinan yang simbolik dan berbeda dari para pendahulunya. ini terlihat mulai dari pemilihan para calon pembantunya (Para Menteri) kemudian tanggal 26 Oktober pada pengumuman para menteri yang sudah terpilih dan menggunakan kemeja putih dengan lengan beliau yang agak digulung seolah menunjukkan makna akan sikap bersih dan siap bekerja. Pada hari Senin pun ditunjukkan dengan simbol ciri ke Indonesiaannya yakni pelantikkan menggunakan seragam batik warna coklat, hari itu juga beliau langsung memberikan arahan kepada para menterinya dalam rapat kabinet yang pertama ini untuk bekerja cepat, tidak terlalu birokratis, dan lintas sektoral. sepertinya dari awal sudah menekankan kepada para pembantunya sekiranya ada sedikit masalah yang menghambat harus segera disingkirkan.
Memang belum saatnya untuk mengkritik kinerja kabinet Jokowi JK, karena usia yang baru 2 hari tidak bisa dibilang mereka bersih atau sukses. paling tidak masyarakat menanti 100 hari kerja sudah terlihat kebijakan-kebijakan apa yang akan dijalankan kabinet Jokowi JK.
Permasalahan dan pekerjaan kabinet kerja sudah menunggu, misalnya kenaikkan harga BMM dan perubahan subsidi, tantangan Birokrasi, melanjutkan Kebijakan SBY, Pendidikan dengan Kurikulum 2013-nya, Parlement yang mayoritas diduduki barisan KMP (Koalisi Merah Putih), perbaikan dan perubahan di BUMN, BP MIGAS, perusahaan tambang yang dikuasi oleh asing dan posisi para investor,dan masih banyak lagi permasahan yang akan dihadapi.
Di samping permasalahan di atas, Kabinet dengan postur baru ini juga memerlukan waktu untuk penyesuaian, tidak hanya dengan berganti,bertambah, bergabung kementerian atau menterinya. jajaran pegawai yang adadikementrianpun harus ikut dirombak. Bagaimana dengan kementerian baru yang yang belum memiliki kantor kementrian akan menambah anggaran belanja negara baik sarana maupun SDM.
Kiranya dengan sekian banyak permasalahan dan harapan Jokowi JK yang dikemas dalam Kabinet Kerja jangan sampai lepas dari harapan masyarakat dan janji Jokowi JK pada saat kampanye.
Kami Rakyat Indonesia menaruh Harapan Besar Kepada Pemerintahan yang sudah terbentuk ini.S
Sabtu, 16 Agustus 2014
HUT RI KE 69
Merdeka...! Merdekalah...!
Penulis: Jonson Harianto, S.Pd.I
Indonesia memiliki sejarah panjang untuk memperoleh kemerdekaan, ratusan tahun menanti hingga akhirnya pada tanggal 17 Agustus 1945 rakyat Indonesia berhasil memproklamasikan kemerdekaannya. Saat itu sang Proklamator Soekarno dan Hatta mewakili suara rakyat dengan lantang menyatakan kemerdekaan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Sejarah panjang tersebut harus dimaknai bagi para generasi saat ini yang telah menikmati kemerdekaan dari penjajahan beratustahun lamanya. Ada banyak cara bagi kita untuk mengisi kemerdekaan baik sebagai Pemerintah, masyarakat, umat beragama maupun sebagai individu. Sebagai pelaksana pemerintahan, hari kemerdekaan merupakan momen penting untuk memperbaiki dan meningkatkan kemakmuran rakyat dalam berbagai aspek. Di samping itu meningkatkan peran Indonesia dikanca dunia yang hingga saat ini belum terlihat banyak prestasi dan peran kita di berbagai aspek. Karakter bangsa yang masih konsumtif yang kuat menunjukkan bangsa kita belum menjadi subjek di kanca dunia.
Dari semua aspek kemakmuran rakyat, aspek pendidikan sangat penting diperhatikan, karena pendidikan suatu bangsalah yang akan menunjukkan martabat dan kemajuan rakyat dan yang akan menjadi cermin peradaban di masa yang akan datang.
Kalau kita mengamati, aspek pendidikan di Indonesia setelah 69 tahun merdeka memang sudah memiliki kemajuan yang tidak sedikit. Namun tidak sedikit pula yang harus ditingkatkan. Masih banyak terdapat masalah di dunia pendidikan kita. Mulai dari hak pendidikan yang belum merata, pelaksanaan kurikulum yang selalu berubah namun kurang sosialisasi dan pendampingan, peningkatan sarana dan prasarana, peningkatan SDM dan kesiapan lulusan yang masih banyak kalah bersaing di kanca dunia.
Kado hari kemerdekaan kali adalah implemetasi kurikulum baru yang dikenal dengan "Kurikulum 2013", bukan tidak ada masalah dalam perubahan kurikulum tersebut. Masalah klasik sebenarnya setiap perubahan kurikulum yang diharapkan pada lapisan pemerintah sangat bagus, namun pada lapisan terdepan yakni guru sering tidak sama dan tidak sampai secara merata tujuan perubahan yang bagus tersebut. Seperti halnya harapan pemerintah dan masyarakata pada umumnya pendidikan dengan kurikulum 2013 ini memiliki harapan yang sangat besar yakni penanaman karakter kepada peserta didik. Akan tetapi masih jauh dari harapan tersebut, pada tataran guru masih banyak yang belum terserap terutama pada tahapan implementasi di kelas, pelaksanaan penilaian, pembinaan guru dan bahkan pendampingan guru dalam pelaksanaan kurikulum tersebut. apalagi penanaman karakter siswa bukan sekedar penilaian, tapi perlu dibentuk melalui tindakan yang berlanjut agar terbentuk kebiasaan dan barulah menjadi budaya sikap yang baik bagi peserta didik, dengan demikian bisa dikatakan karakter sudah terbentuk.
Berbagai permasalahan tentuknya tidak akan habis, yang ada kita harus menyikapinya dengan postif dan melakukan perubahan, mari kita isi kemerdekaan yang ke 69 ini dengan saling menyadari peran masing-masing dalam dunia pendidikan. Agar di masa yang akan datang kita dapat memberikan zaman yang terbaik bagi generasi masa depan. Pendidikan saat ini menjadi cerminan generasi masa depan. Kita harus mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi masa depan.
Minggu, 29 Juni 2014
PERANG SALIB
(SEJARAH, PERIODESASI DAN
KONTAK ISLAM DENGAN BARAT)
Artikel untuk diberikan sebagai Tugas UAS pada
perkuliahan
Sejarah Peradaban Islam
Dosen Pengampu Mata Kuliah :
Prof. Dr. Budi
Sulistiono, M.Hum
Prof. Dr. Murodi, MA.
Disusun Oleh:
JONSON HARIANTO, S.PD.I
NIM: 211101100014
PROGRAM MAGISTER PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2012
BAB I
PENDAHULUAN
The
Crusade War adalah alih bahasa dari perang salib, perang ini merupakan perang
sejarah permusuhan islam dan kristen. Awal kebencian terhadap Islam yang maju
dan penguasaan terhadap sejumlah tempat dan kota suci kristen seperti suriah,
asia kecil, spanyol, dan sicilia. Sejak tahun 632 H.[1]
Sumber
lain menjelaskan bahwa awal penyebab perang salib adalah persaingan antara Islam
dan kristen. Ketika itu penguasa Islam Alp Arselan yang memimpin gerakan
ekspansi yang dikenal dengan “peristiwa Manzikart” pada tahun 464 H (1071 M).
Pada peristiwa ini, tentara romawi mengalami kekalahan dari pasukan alp arselan
yang saat itu hanya memiliki 15.000 pasukan, sedangkan tentara romawi memiliki
200.000 pasukan dan merupakan gabungan dari tentara romawi, Ghuz, Al Akraj, Al
Hajr, Prancis dan Armenia.[2]
Peristiwa inilah mulai memunculkan benih permusuhan dan kebencian kristen
terhadap Islam. Hingga kebencian tersebut semakin besar setelah penguasaan
dinasti seljuk terhadap baitul maqdis, di sini dinasti Seljuk melahirkan
kebijakan-kebijakan bagi umat kristen yang berziarah ke sana. dan ada anggapan
bahwa peraturan tersebut dirasa merugikan umat kristen.
Namun
di samping faktor agama di atas, perlunya juga melihat berbagai faktor yang tak
kalah pentingnya. Artinya, mustahil bahwa perang tersebut hanya karena
permasalahan agama. Lamanya masa perang sejak 1095-1293, tentunya menyimpan
berbagai faktor dan meninggalkan peradaban baru dalam kontak islam dan barat
atau islam dan kristen.
Perang
salib juga telah menyumbangkan dampak positif terhadap perkembangan peradaban
di eropa, diantaranya perkembangan atau transmisi ilmu pengetahuan. Tentunya
menjadi keuntungan pula bagi dunia barat setelah kontak dengan dunia islam
melalui perang salib. Perang ini ini juga dibagi kepada beberapa periode dalam
perjalanannya, mulai dari periode awal sampai periode akhir yang memberikan
keuntungan dunia barat dalam memulai peradaban maju yang pernah dialami islam
sebelumnya.
Penulis
mengurai gambaran situasi politik awal masuknya perang salib sampai kepada
dampak lahirnya kontak barat dengan islam dan merubah peradaban barat yang
lebih maju dari dunia Islam.
BAB II
PEMBAHASAN
I. Terjadinya
Perang Salib
Ada
beberapa argumen yang perlu disampaikan di sini. Pertama, Perang salib
merupakan puncak dari sejumlah konflik antara negeri barat dan negeri timur,
jelasnya antara pihak Kristen dan pihak muslim. Perkembangan dan kemajuan ummat
muslim yang sangat pesat, pada akhir-akhir ini, menimbulkan kecemasan
tokoh-tokoh barat Kristen. Terdorong oleh kecemasan ini, maka mereka
melancarkan serangan terhadap kekuatan muslim.
Selanjutnya
yang kedua, datangnya kekuatan Bani Saljuk yang berhasil merebut Asia Kecil
setelah mengalahkan pasukan Bizantium pada peristiwa Manzikart tahun 1071, dan
selanjutnya Saljuk merebut Baitul Maqdis dari tangan dinasti Fatimiyah tahun
1078 M. Kekuasaan Saljuk di Asia Kecil dan yerusalem dianggap sebagai halangan
bagi pihak Kristen barat untuk melaksanakan haji ke Bait al-Maqdis. Padahal yang
terjadi adalah bahwa pihak Kristen bebas saja melaksanakan haji secara
berbondong-bondong. Pihak Kristen menyebarkan desas-desus perlakuan kejam Turki
Saljuk terhadap jemaah haji Kristen. Desas-desus ini membakar amarah umat
Kristen-Eropa.
Ketiga,
bahwa semenjak abad ke sepuluh pasukan muslim menjadi penguasa jalur
perdagangan di lautan tengah. Para pedagang Pisa, Vinesia, dan Cenoa merasa
terganggu atas kehadiran pasukan lslam sebagai penguasa jalur perdagangan di
laut tengah ini. Satu-satunya jalan untuk memperluas dan memperlancar
perdagangan mereka adalah dengan mendesak kekuatan muslim dari lautan ini”.
Keernpat,
propaganda Alexius Comnenus kepada Paus Urbanus ll. Untuk membalas kekalahannya
dalam peperangan melawan pasukan Saljuk. Bahwa paus merupakan sumber otoritas
tertinggi di barat yang didengar dan ditaati propagandanya. Paus Urbanus II
segera rnengumpulkan tokoh-tokoh Kristen pada 26 November 1095 di Clermont,
sebelah tenggara Perancis. Dalam pidatonya di Clermont sang Paus memerintahkan
kepada pengikut kristen agar mengangkat senjata melawan pasukan musim.
Tujuan
utama Paus saat itu adalah memperluas pengaruhnya sehingga gereja-gereja Romawi
akan bernaung di bawah otoritasnya. Dalam propagandanya, sang Paus Urbanus ll
menjanjikan ampunan atas segala dosa bagi mereka yang bersedia bergabung dalam
peperangan ini. Maka isu persatuan umat Kristen segera bergema menyatukan
negeri-negeri Kristen memenuhi seruan sang Paus ini. Dalam waktu yang singkat sekitar
150.000 pasukan Kristen berbondong-bondong memenuhi seruangsang Paus, mereka
berkumpul di Konstantinopel. Sebagian besar pasukan ini adalah bangsa Perancis
dan bangsa Normandia.[3]
II. Faktor
Penyebab Perang Salib
1. Faktor Agama
Sejak Dinasti Seljuk merebut Baitul Maqdis
dari tangan Dinasti Fatimiyah pada tahun 1070 M bertepatan pada tahun 471 H,
pihak Kristen merasa tidak bebas lagi menunaikan ibadah ke sana. Hal ini disebabkan karena para penguasa Seljuk menetapkan sejumlah
peraturan yang dianggap mempersulit mereka yang hendak melaksanakan ibadah ke
Baitul Maqdis. Bahkan mereka yang pulang berziarah sering mengeluh karena
mendapat perlakuan jelek dari orang-orang Seljuk yang fanatik. Umat Kristen
merasa perlakuan para penguasa Dinasti Seljuk sangat berbeda dengan para
penguasa Islam lainnya yang pernah menguasai kawasan itu sebelumnya.[4]
Perlu diketahui, bahwa Dinasti Seljuk ialah dinasti yang pernah
memerintah Kekhilafahan Abbasiyah setelah Dinasti Buwaih pada tahun 1055 M-1194
M. Dinasti Seljuk berasal dari beberapa kabilah kecil rumpun suku Ghuz
di wilayah Turkistan. Pada abad kedua, ketiga dan keempat hijriah, mereka pergi
ke arah barat menuju Transoxiana dan Khurasan. Ketika itu mereka belum bersatu,
dan dipersatukan oleh Seljuk ibn Tuqaq, karena itulah mereka disebut
orang-orang Seljuk.[5]. Termasuk juga faktor agama
yaitu adanya perasaan keagamaan yang kuat di kalangan umat Kristen. Mereka
meyakini kekuatan gereja dan kemampuannya untuk menghapus dosa walaupun dosa
itu setinggi langit. (Al-Wakil,1998:165).
2. Faktor Politik
Kekalahan Bizantium sejak 330 disebut
Konstantinopel (Istambul) di Manzikart (Malazkird atau Malasyird, Armenia) pada
tahun 1071 M dan jatuhnya Asia Kecil ke bawah kekuasaan Seljuk, telah mendorong
Kaisar Alexius I Commenus (Kaisar Konstantinopel) untuk meminta bantuan kepada Paus
Urbanus II dalam usahanya untuk mengembalikan kekuasaannya di
daerah-daerah pendudukan Dinasti Seljuk. Paus
Urbanus II bersedia membantu Bizantium karena janji Kaisar Alexius untuk tunduk
di bawah kekuasaan Paus di Roma dan harapan untuk dapat mempersatukan gereja
Yunani dan Roma. Oleh karena itu Paus Urbanus II berpidato kepada seluruh umat
Kristen Eropa di Clermont pada tahun 1095 M untuk melakukan perang suci. Dia
juga mengetahui berbagai kesuksesan Kristen di Spanyol, yang mencapai puncaknya
dengan direbutnya Toledo, dan penaklukan di Sisilia.
Di sisi lain,
kondisi kekuasaan Islam pada waktu itu berada pada
posisi lemah, sehingga orang-orang Kristen di Eropa berani untuk ikut
mengambil bagian dalam Perang Salib. Ketika itu Dinasti Seljuk di Asia Kecil
sedang mengalami perpecahan, Dinasti Fatimiyah di Mesir dalam keadaan lumpuh,
sementara kekuasaan Islam di Spanyol semakin goyah. Situasi semakin bertambah
parah karena adanya pertentangan segitiga antara Khalifah Fatimiyah di Mesir,
Khalifah Abbasiyah di Baghdad, dan Amir Umayyah di Cordoba yang
memproklamasikan dirinya sebagai Khalifah. Situasi yang demikian mendorong
penguasa-penguasa Kristen di Eropa untuk merebut satu-persatu daerah-daerah
kekuasaan Islam, seperti dinasti-dinasti kecil di Edessa (ar-Ruha') dan Baitul
Maqdis.
3. Faktor Sosial Ekonomi
Philip K. Hitti menjelaskan bahwa, umat
kristen yang ikut serta dalam perang salib juga memiliki dorongan untuk
kepentingan komersil dan ekonomi.[6]
Pedagang-pedagang besar yang berada di pantai
timur Laut Tengah, terutama yang berada di kota Venezia, Genoa, dan Pisa
berambisi untuk menguasai sejumlah kota-kota dagang di sepanjang pantai timur
dan selatan Laut Tengah untuk memperluas jaringan dagang mereka. Untuk itu, mereka rela menanggung sebagian dana Perang Salib
dengan maksud menjadikan kawasan itu sebagai pusat perdagangan mereka apabila
pihak Kristen Eropa memperoleh kemenangan. Hal itu dimungkinkan karena jalur
Eropa akan bersambung dengan rute-rute perdagangan di Timur melalui jalur
strategis tersebut.
Di samping itu, stratifikasi sosial masyarakat Eropa itu terdiri
dari tiga kelompok, yaitu kaum gereja, kaum bangsawan serta kesatria, dan
rakyat jelata. Meskipun kelompok yang terakhir ini merupakan mayoritas di dalam
masyarakat, tetapi mereka menempati kelas yang paling rendah. Kehidupan mereka
sangat tertindas dan terhina, mereka harus tunduk kepada para tuan tanah yang
sering bertindak semena-semena dan mereka dibebani berbagai pajak serta
sejumlah kewajiban lainnya. Oleh karena itu, ketika mareka dimobilisasi oleh
pihak gereja untuk turut mengambil bagian dalam Perang Salib dengan janji akan
diberikan kebebasan dan kesejahteraan yang lebih baik bila perang dapat
dimenangkan, mereka menyambut seruan itu secara spontan dengan berduyun-duyun
melibatkan diri dalam perang tersebut.
III. Jalannya Peperangan
Perang salib terjadi tahun 1095 –
1291 M., terjadi dalam beberapa kali peperangan.
Diambil
dari:
http://www.hist.umn.edu/courses/hist3613/calendar/1stCrusade/images/First%20Crusade%20Map.jpg
Perang Salib 1
Pada
tahun 490 H/1096 M. sebuah pasukan salib yang dipimpin oleh komandan Walter
dapat ditundukkan oleh kekuatan Kristen Bulgaria. Kemudian Peter yang
mengkomandoi kelompok kedua pasukan salib bergerak melalui Hungaria dan
Bulgaria. Pasukan ini berhasil menghancurkan setiap kekuatan yang
menghalanginya. Seorang sultan negeri Nice berhasil menghadapinya bahkan
sebagian pimpinan salib berkenan memeluk lslam dan sebagian pasukan mereka
terbunuh dalam peperangan ini.
Setahun
kemudian yakni pada tahun 491 H/1097 M. pasukan Kristen di bawah komandan
Coldfrey bergerak dari Konstantinopel menyeberangi selat Bosporus dan berhasil
menaklukkan Antioch (Antakia) setelah mengepungnya selama 9 bulan. Pada
pengepungan ini pasukan salib melakukan pembantaian secara kejam tanpa
prikemanusiaan.
Setelah
berhasil menundukkan Antioch, pasukan salib bergerak ke Ma’arrat al-Nu’ man,
sebuah kota termegah di Syria. Di kota ini pasukan Salib juga melakukan
pembantaian ribuan orang. Pasukan salib selanjutnya menuju ke Yerusalem dan
dapat menaklukkannya dengan mudah. Ribuan jiwa muslirn menjadi kurban
pembantaian dalam penaklukan kota Yerusalern ini. “Tumpukan kepala, tangan dan
kaki terdapat disegala penjuru jalan dan sudur kota”. Sejarah telah menyaksikan
sebuah tragedi manusia yang memilukan. Goldfrey selanjutnya menjabat sebagai
penguasa atas negeri Yerusalem. Ia adalah penguasa yang cakap, dan komandan
yang bersemangat dan agresif.
Pada
tahun 503 H/1109 M., pasukan salib menaklukkan Tripoli. Mereka selain membantai
masyarakat Tripoli juga membakar perpustakaan, perguruan dan sarana industri
hingga menjadi abu. Selama terjadi penyerangan, kesultanan Saljuk sedang dalam
kemunduran. Perselisihan antara sultan-sultan Saljuk memudahkan pasukan salib
merebut wilayah-wilayah kekuasaan islam. Dalam kondisi seperti ini muncullah
seorang sultan Damaskus yang bernama Muhammad yang berusaha mengabaikan konflik
internal dan menggalang kesatuan dan kekuatan Saljuk untuk mengusir pasukan
salib. Baldwin, penguasa Yerusalem pengganti Goldfrey, dapat dikalahkan oleh
pasukan Saljuk ketika ia sedang menyerang kota Damaskus. Baldwin segera dapat
merebut kembali wilayah-wilayah yang lepas setelah datang bantuan pasukan dari
Eropa.
Sepeninggal
Sultan Mahmud, tampillah seorang perwira muslirn yang cakap dan gagah
pemberani. Ia adalah Imaduddin Zangki, seorang anak dari pejabattinggi Sultan
Malik Syah. Atas kecakapannya, ia menerima kepercayaan berkuasa atas kota Wasit
dari Sultan Mahmud. Belakangan penguasa Mosul dan Mesopotamia juga berlindung
kepadanya. la menerima gelar Attabek dari khalifah di Bagdad. Ia telah mencurahkan
kemampuannya dalam upaya mengembalikan kekuatan pemerintahan Saljuk dan
menyusun kekuatan militer, sebelum ia mengabdikan diri di kancah peperangan
salib.
Masyarakat
Aleppo dan Hammah yang menderita di bawah kekuasaan pasukan salib berhasil
diselamatkan oleh Imaduddin Zangki setelah berhasil mengalahkan pasukan salib.
Tahun berikutnya ia juga berhasil mengusir pasukan salib dari al- Asyarib.
Satu-persatu Zangki meraih kemenangan atas pasukan salib, hingga ia merebut
wilayah Edessa pada tahun 539 H/1144 M. Dalam pada itu, bangsa Romawi menjalin
kekuatan gabungan dengan pasukan Perancis menyerang Buzza. Mereka menangkap dan
membunuh perernpuan dan anak-anak yang tidak berdosa. Dari sini mereka
melancarkan serangan ke Caesarea. Penguasa negeri ini yakni Abu Asakir nneminta
bantuan pasukan Imaduddin Zangki. Zangki segera mengerahkan pasukannya dan ia
berhasil mengusir kekuatan Perancis dan Romawi secara memalukan. Wilayah
perbatasan di Akra berhasil digrebek hingga menyerah, demikian pula kota Balbek
segera ditaklukkan, untuk selanjutnya pendudukan kota Balbek ini dipercayakan
kepada komandan Najamuddin, ayah Salahuddin.
Penaklukan
Edesa merupakan keberhasilan Zangki yang terhebat. Oleh umat Kristen Edessa
merupakan kota yang termulya, karenanya kota ini dijadikan sebagai pusat
kepuasan. Dalam penaklukan Edessa, Zangki tidak berlaku kejam terhadap penduduk
sebagaimana tindakan pasukan salib. Tidak seorang pun merasakan tajamnya mata
pedang Zangki, kecuali pasukan salib yang sedang bertempur yang sebagian besar
adalah pasukan Perancis.
Dalam
perjalanan penaklukan Kalat Jabir, Zangki terbunuh oleh tentaranya sendiri.
Selama ini Zangki adalah seorang patriot sejati yang telah berjuang demi
membela tanah airnya. Baginya, “pelana kuda lebih nyaman dan lebih dicintainya
dari pada kasur sutra, dan juga suara hiruk-pikuk di medan peperangan terdengar
lebih merdu dan lebih dicintainya daripada alunan musik”.
Kepemimpinan
Imaduddin Zangki digantikan oleh putranya yang bernama Nuruddin Mahmud. Ia
bukan hanya seorang prajurit yang cakap, sekaligus juga ahli hukum, dan juga
seorang ilmuan. Pada saat itu umat Kristen Edessa dengan bantuan pasukan
Perancis herhasil mengalah pasukan muslim yang bertugas di kota ini dan sekal i
gus membanta i nya. N uruddi n segera mengerahkan pasukannya ke Edessa dan
berhasil merebutnya kembali Sejumlah pasukan Edessa dan para pengkhianat
dihukum dengan mata pedang, sedangkan bangsa Armenia yang bersekutu dengan
pasukan salib diusir ke luar negeri Edesa.
Perang Salib 2
Dengan
jatuhnya kembali kota Edesa oleh pasukan muslim, tokoh-tokoh Kristen Eropa
dilanda rasa cemas. St Bernard segera menyerukan kembali perang salib melawan
kekuatan muslim. Seruan tersebut membuka gerakan perang salib kedua dalam
sejarah Eropa. Beberapa penguasa Eropa menanggapi poiitif seruan perang suci
ini. Kaisar jerman yang bernama Conrad III, dan kaisar perancis yang bernama
Louis VII segera mengerahkan pasukannya keAsia. Namun kedua paiukan ini iapat
dihancurkan ketika sedang dalam perjalanan menuju Syiria. Dengan sejumlah pasukan
yang tersisa mereka berusaha mencapai Antioch, dan dari sisi mereka menuju ke
Damaskus.
Pengepungan
Damaskus telah berlangsung beberapa hari, ketika Nuruddin tiba di kota ini.
Karena terdesak oleh pasukan Nuruddin, pasukan salib segera melarikan diri ke
Palestina, sementara Conrad III dan Louis VII kembali ke Eropa dengan tangan
hampa. Dengan demikian beiakhirlah babak ke dua perang salib.
Nuruddin
segera rnulai memainkan peran baru sebagai sang penakluk. Tidak lama setelah
mengalahkan pasukan salib, ia berhasil rnenduduki benteng Xareirna, merebut
wilayah perbatasan Apamea pada tahun 544 H/1149 M., dan kota Joscelin. Pendek
kata, kota-kota penting pasukan salib berhasil dikuasainya. la segera menyambut
baik permohonan masyarakat Damaskus dalam perjuangan melawan penguasa Damaskus
yang menindas. Keberhasilan Nuruddin menaklukkan koia damaskus membuat sang
khalifah di Bagdad brerkenan rnemberinya gelar kehormatan “al-Malik al- ’Adil”.
Ketika
itu Mesir sedang dilanda perselisihan intern dinasti Fatimiyah. Shawar, seorang
perdana menteri Fatimiyah., dilepaskan dari jabatannya oleh gerakan rahasia.
Nuruddin mengirimkan pasukannya di bawah pimpinan komandan Syirkuh. Namun
ternyata Shawar justru memerangi Syirkuh berkat bantuan pasukan perancis hingga
berhasil rnenduduki Mesir.
Pada
tahun 563 H/1167 M. Syirkuh berusaha datang kembali ke Mesir. Shawar pun segera
rneminta bantuan raja Yerusalem yang bernama Amauri. Gabungan pasukan Shawar
dan Amauri ditaklukkan secara mutlak oleh pasukan Syirkuh dalam peperangan di
Balbain. Antara mereka terjadi perundingan yang melahirkan beberapa
kesepakatan: bahwa Syirkuh bersedia kembali ke Damaskus dengan imbalan 50.000
keping emas, Amauri harus menarik pasukannya dari Mesir. Namun Amauri tidak
bersedia meninggalkan Kairo, sehingga perjanjian tersebut batal secara
otomatis. Bahkan mereka menindas rakyat.
Atas
permintaan khalifah Mesir Syirkuh diperintahkan oleh Nuruddin agar segera
menuju ke Mesir. Masyarakat Mesir dan sang khalifah menyambut hangat kedatangan
Syirkuh dan pasukannya, dan akhirnya Syirkuh ditunjuk sebagai perdana menteri.
Dua bulan sesudah penundukan ini, Syirkuh meninggal dunia, kedudukannya
digantikan oleh kemenakannya yang bernama Salahuddin. Ketika kondisi politik
dinasti Fatimiyah semakin melemah, Salahuddin al-Ayyubi segera memulihkan
otoritas Khalifah Abbasiyah di Mesir, dan setelah dinasti Fatimiyah hancur
Salahuddin menjadi penguasa Mesir (570-590 H/1174-1193 M).
Salahuddin,
putra Najamuddin Ayyub, lahir di Takrit pada tahun 432 H/1137 M. Ayahnya adalah
pejabat kepercayaan pada masa lmaduddin Zangki dan masa Nuruddin. Salahuddin
adalah seorang letnan pada masa Nuruddin, dan telah berhasil mengkonsolidasikan
masyarakat Mesir, Nubia, Hijaz dan Yaman.
Sultan
Malik Syah yang menggantikan Nuruddin adalah raja yang masih berusia belia,
sehingga amir-amirnya saling berebut pengaruh yang menyebabkan timbulnya krisis
poiitik internal. Kondisi demikian ini memudahkan bagi pasukan salib untuk
menyerang Damaskus dan menundukkannya. Setelah beberapa lama tampillah
Salahuddin berjuang mengamankan Damaskus dari pendudukan pasukan salib.
Lantaran
hasutan Gumusytag, sang sultan belia Malik Syah menaruh kemarahan terhadap
sikap Salahuddin ini sehingga menimbulkan konflik antara keduanya. Sultan Malik
Syah menghasut masyarakat Alleppo berperang melawan Salahuddin. Kekuatan Malik
Syah di Alleppo dikalahkan oleh pasukan Salahuddin. Merasa.tidak ada pilihan
lain, Sultan Malik Syah rneminta bantuan pasukan salib. Semenjak kemenangan
melawan pasukan salib di Aleppo ini, terbukalah jalan lernpang bagi tugas dan
perjuangan Salahuddin di masa-masa mendatang hingga ia berhasil mencapai
kedudukan sultan. Semenjak tahun 575H/1182M, kesultanan Saljuk di pusat
mengakui kedudukan Salahuddin sebagai sultan atas seluruh wilayah Asia Barat.
Sementara
itu Baldwin III menggantikan kedudukan ayahnya, Amaury. Baldwin III
mengkhianati perjanjian genjatan senjata antara kekuatan muslim dengan pasukan
Salib-Kristen. Bahkan pada tahun 582H/11 86 M. Penguasa wilayah Kara yang
bernama Reginald mengadakan penyerbuan terhadap kabilah muslim yang sedang
melintasi benteng pertahanannya. Salahuddin segera mengerahkan pasukannya di
bawah pimpinan Ali untuk mengepung Kara dan selanjutnya menuju Galilee untuk
menghadapi pasukan Perancis. Pada tanggal 3 Juli 1187 M. kedua pasukan
bertempur di daerah Hittin, di mana pihak pasukan Kristen mengalami kekalahan.
Ribuan pasukan mereka terbunuh, sedang tokoh-tokoh militer mereka ditawan.
Sultan Salahuddin selanjutnya merebut benteng pertahanan Tiberia. Kota Acre, Naplus,
Jericho, Ramla, Caesarea, Asrul Jaffra, Beyrut, dan sejumlah kota-kota lainnya
satu persatu jatuh dalanr kekuasaan Sultan Salahuddin.
Selanjutnya
Salahudin memusatkan perhatiannya untuk menyerang Yerusalem, di mana ribuan
rakyat muslim dibantai oleh pasukan Salib-Kristen. Setelah mendekati kota ini,
Salahuddin segera menyampaikan perintah agar seluruh pasukan Salib-Kristen
Yerusalem menyerah. Perintah tersebut sama sekali tidak dihiraukan, sehingga
Salahuddin bersumpah untuk membalas dendam atas pembantaian ribuan warga
muslim. Setelah beberapa larna terjadi pengepungan, pasukan salib kehilangan
semangat tempurnya dan memohon kemurahan hati sang sultan. Jiwa sang sultan
terlalu lembut dan penyayang untuk melaksanakan sumpah dan dendamnya, sehingga
ia pun memaafkan mereka. Bangsa Romawi dan warga Syria-Kristen diberi hidup dan
diizinkan tinggal di Yerusalem dengan hak-hak warga negara secara penuh. Bangsa
Perancis dan bangsa-bangsa Latin diberi hak meninggalkan Palestina dengan
membayar uang tebusan 10 dinar setiap orang dewasa, dan 1 dinar untuk setiap
anak-anak. Jika tidak bersedia mereka dijadikan sebagai budak. Namun peraturan
seperti ini tidak diterapkan oleh sang sultan secara kaku. Salahuddin berkenan
melepaskan ribuan tawanan tanpa tebusan sepeser pun, bahkan ia mengeluarkan
hartanya sendiri untuk menrbantu menebus sejumlah tawanan. Salahuddin juga
membagi-bagikan sedekah kepada ribuan masyarakat Kristen yang miskin dan lemah
sebagai bekal perjalanan mereka pulang. Ia menyadari betapa pasukan Salib-Kristen
telah membantai ribuan rnasyarakat muslim yang tidak berdosa, namun suara
hatinya yang lembut tidak tega untuk melampiaskan dendam terhadap pasukan
Kristen.
Pada
sisi lainnya Salahuddin juga membina ikatan persaudaraan antara warga Kristen
dengan warga muslim, dengan memberikan hak-hak warga Kristen sama persis dengan
hak-hak warga muslim di Yerusalem. Sikap Salahuddin demikian ini membuat umat
Kristen di negeri-negeri lain ingin sekali tinggal di wilayah kekuasaan sang
sultan ini. “sejumlah warga Kristen yang meninggalkan Yerusalem menuju Antioch
ditolak dan bahkan dicaci maki oleh raja Bahemond. Mereka lalu menuju ke negeri
Arab di mana kedatangan mereka disambut dengan baik”, kata Mill. Perlakuan baik
pasukan muslim terhadap umat Kristen ini sungguh tidak ada bandingannya
sepanjang sejarah dunia. Padahal sebelumnya, pasukan Salib-Kristen telah
berbuat kejam, menyiksa dan menyakiti warga muslim.
Perang
Salib 3
Jatuhnya
Yerusalem dalam kekuasaan Salahuddin menimbulkan keprihatinan besar kalangan
tokoh-tokoh Kristen. Seluruh penguasa negeri Kristen di Eropa berusaha
menggerakkan pasukan salib lagi. Ribuan pasukan Kristen berbondong-bondong
menuju Tyre untuk berjuang mengembalikan prestis kekuatan mereka yang telah
hilang. Menyambut seruan kalangan gereja, maka kaisar Jerman yang bernama
Frederick Barbarosa, Philip August, kaisar Perancis yang bernama Richard,
beberapa pembesar kristen rnembentuk gabungan pasukan salib. Dalam hal ini
seorang ahli sejarah menyatakan bahwa Perancis mengerahkan seluruh pasukannya
baik pasukan darat maupun pasukan lar.rtnya. Bahkan wanita-wanita Kristen turut
ambil bagian dalam peperangan ini. Setelah seluruh kekuatan salib berkumpul di
Tyre, mereka segera bergerak mengepung Acre.
Salahuddin
segera menyusun strategi untuk menghadapi pasukan salib. Ia menetapkan strategi
bertahan di dalam negeri dengan mengabaikan saran para Amir untuk melakukan
pertahanan di luar wilayah Acre. ”Demikianlah Salahuddin mengambil sikap yang
kurang tepat dengan memutuskan pandangannya sendiri’” ungkap salah seorang ahli
sejarah. Jadi Salahuddin mestilah berperang untuk menyelamatkan wilayahnya
setelah pasukan Perancis tiba di Acre.
Pada
tanggal 14 September 1189 M. Salahuddin terdesak oleh pasukan salib, namun
kemenakannya yang bernama Taqiyuddin berhasil mengusir pasukan salib dari
posisinya dan mengembalikan hubungan dengan Acre. Dalam hal ini Ibn al-Athir
menyatakan, “pasukan muslim mesti melanjutkan peperangan hingga malam hari
sehingga mereka berhasil mencapai sasaran penyerangan. Namun setelah mendesak
separuh kekuatan Perancis, pasukan muslim kembali dilemahkan pada hari
berikutnya.
Kota
Acre kembali terkepung selama hampir dua tahun. Sekalipun pasukan rnuslim
menghadapi situasi yang serba sulit selama pengepungan ini, namun mereka tidak
patah semangat. Segala upaya pertahanan pasukan muslim semakin tidak membawa
hasil, bahkan mereka merasa frustasi ketika Richard dan Philip August tiba
dengan kekuatan pasukan salib yang maha besar. Sultan Salahuddin merasa
kepayahan menghadapi peperangan ini, sementara itu pasukan muslim dilanda wabah
penyakit dan kelaparan. Masytub, seorang komandan Salauhuddin akhirnya
mengajukan tawaran damai dengan kesediaan atas beberapa persyaratan sebagaimana
yang pernah diberikan kepada pasukan Kristen sewaktu penaklukan Yerusalem
dahulu. Namun sang raja yang tidak mengenal balas budi ini sedikit pun tidak
memberi belas kasih terhadap ummat muslim. la membantai pasukan muslirn secara
kejam.
Setelah
berhasil menundukkan Acre, pasukan salib bergerak menuju Ascalon dipimpin oleh
Jenderal Richard. Bersamaan dengan itu Salahuddin sedang mengarahkan operasi
pasukannya dan tiba d i fucalon I e6l h awil. Ketika tiba di Ascalon, Richard
mendapatkan kota ini telah dikuasai oleh pasukan Salahuddin. Merasa tidak
berdaya mengepung kota ini, Richard mengirimkan delegasi perdamaian menghadap
Salahuddin. Setelah berlangsung perdebatan yang kritis, akhirnya sang sultan
bersedia menerirna tawaran damai tersebut. ”Antar pihak Muslim dan pihak
pasukan salib menyatakan bahwa wilayah kedua belah pihak saling tidak
rnenyerang dan menjamin keamanan masing-masing, dan bahwa warga negara kedua
belah pihak dapat saling keluar masuk ke wilayah lainnya tanpa, gangguan apa
pun”. Jadi perjanjian damai yang menghasilkan kesepakatan di atas mengakhiri perang
salib ke tiga.
Perang Salib 4
Dua
tahun setelah kematian Salahuddin berkobar perang salib keempat atas inisiatif
Paus Celestine III. Namun sesungguhnya peperangan antara pasukan muslim dengan
pasukan Kristen telah berakhir dengan usianya perang salib ketiga. Sehingga
peperangan berikutnya tidak banyak dikenal. Pada tahun 1195 M. pasukan salib
menundukkan Sicilia, kemudian terjadi dua kali penyerangan terhadap Syria.
Pasukan kristen ini mendarat di pantai Phoenecia dan menduduki Beirut. Anak
Salahuddin yang bernama al-Adil segera rnenghalau pasukan salib. la selanjutnya
menyerang kota perlindungan pasukan salib. Mereka kemudian mencari tempat
perlindungan ke Tibinim, lantaran semakin kuatnya tekanan dari pasukan muslim,
pihak salib akhirnya menempuh inisiatif damai. Sebuah perundingan menghasilkan
kesepakatan pada tahun 1198M, bahwa peperangan ini harus dihentikan selama tiga
tahun.
Perang
Salib 5
Belum
genap mencapai tiga tahun, Kaisar Innocent III menyatakan secara tegas
berkobarnya perang salib ke lima setelah berhasil rnenyusun kekuatan miliier.
Jenderal Richard di lnggris menolak keras untuk bergabung dalam pasukan salib
ini, sedang mayoritas penguasa Eropa lainnya menyarnbut gembira seruan perang
tersebut. Pada kesempatan ini pasukan salib yang bergerak menuju Syria
tiba-tiba mereka membelokkan geiakannya menuju Konstantinopel. Begitu tiba di
kota ini, mereka membantai ribuan bangsa romawi baik laki-laki maupun perempuan
secara bengis dan kejam. pembantai ini berlangsung dalam beberapa hari. Jadi pasukan
muslim sama sekali tidak mengalami kerugian karena tidak terlibat dalam
peristiwa ini.
Perang
Salib 6
Pada
tahun 613 H/1216M, Innocent III mengobarkan propaganda perang salib ke enam.
250.000 pasukan salib, mayoritas Jerman, mendarat di Syria. Mereka terserang
wabah penyakit di wilayah pantai Syria hingga kekuatan pasukan tinggal tersisa
sebagian. Mereka kemudian bergerak menuju Mesir dan kemudian mengepung kota
Dimyat. Dari 70.000 personil, pasukan salib berkurang lagi hingga tinggal 3.000
pasukan yang tahan dari serangkaian wabah penyakit. Bersamaan dengin ini,
datang tambahan pasukan yang berasal dari perancis yang bergerak menuju Kairo.
Narnun akibat serangan pasukan muslim yang terus-menerus, mereka men jadi
terdesak dan terpaksa rnenempuh jalan damai. Antara keduanya tercapai
kesepakatan damai dengan syarat bahwa pasukan salib harus segera meninggalkan
kota Dimyat.
Perang
Salib 7
Untuk
mengatasi konflik politik internal, Sultan Kamil mengadakan perundingan kerja
sarna dengan seorang jenderal Jerman yang bernarna Frederick. Frederick
bersedia membantunya rnenghadapi musuh-musuhnya dari kalangan Bani Ayyub
sendiri, sehingga Frederick nyaris menduduki dan sekaligus berkuasa di
yerusalem. Yerusalem berada di bawah kekuasaan tentara salib sampai dengan
tahun 1244 M., setelah itu kekuasaan salib direbut oleh Malik al-shalih
Najamuddi al-Ayyubi atas bantuan pasukan Turki Khawarizmi yang berhasil
meiarikan diri dari kekuasaan Jenghis Khan.
Perang
Salib 8
Dengan
direbutnya kota Yerusalern oleh Malik al- Shalih, pasukan salib kembali
menyusun penyerangan terhadap wilayah lslam. Kali ini Louis IX, kaisar
perancis, yang memimpin pasukan salib kedelapan. Mereka mendarat di Dirnyat
dengan mudah tanpa perlawanan yang beranti. Karena pada saat itu Sultan
Malikal-shalih sedang menderita sakit keras sehingga disiplin tentara muslim
merosot. Ketika pasukan Louis IX bergerak menuju ke Kairo melalui jalur sungai
Nil, mereka mengalami kesulitan lantaran arus sungai mencapai ketinggiannya,
dan mereka juga terserang oleh wabah penyakit, sehingga kekuatan salib dengan
mudah dapat dihancurkan oleh pasukan Turan Syah, putra Ayyub. Setelah berakhir perang salib ke delapan
ini, pasukan Salib-Kristen berkali-kali berusaha mernbalas kekalahannya, namun
selalu mengalami kegagalan.
IV. Periodisasi Perang Salib
Dalam penjelasan Philip K Hitti, Perang salib
periode sasi perang salib yang lebih tepat adalah; pertama periode penaklukkan,
Periode Reaksi Umat Islam, dan periode perang kecil-kecil.[7]
A. Periode Pertama atau Periode penaklukan (1096-1144)
Jalinan kerja sama antara Kaisar Alexius I dan Paus Urbanus II
berhasil membangkitkan semangat umat Kristen, terutama akibat pidato Paus
Urbanus II pada Konsili Clermont pada tanggal 26 November 1095 M. Pidatonya ini
bergema ke seluruh penjuru Eropa yang mengakibatkan seluruh negara Kristen
mempersiapkan berbagai bantuan untuk mengadakan penyerbuan. Gerakan ini
merupakan gerakan spontanitas yang diikuti oleh berbagai kalangan masyarakat.
Gerakan ini dipimpin oleh Pierre I'Ermite. Sepanjang jalan menuju
Kontanstantinopel, mereka membuat keonaran, melakukan perampokan, dan bahkan
terjadi bentrokan dengan penduduk Hongaria dan Bizantium, akhirnya dengan mudah
pasukan Salib dapat dikalahkan oleh pasukan Dinasti Seljuk. [8]
Pasukan Salib angkatan berikutnya dipimpin oleh Godfrey, Bohemond,
dan Raymond. Gerakan kali ini merupakan ekspedisi militer yang terorganisasi
dan rapi, dan mereka memperoleh kemenangan yang besar dengan menaklukan Nicea
pada tanggal 18 Juni 1097 M, dan tahun 1098 M menguasai Raha (Edessa). Di sini
mereka mendirikan kerajaan Latin I dengan Baldawin sebagai raja. Pada tahun
yang sama mereka dapat menguasai Antiochea dan mendirikan kerajaan Latin II di
Timur dengan Bohemond sebagai raja. Mereka juga berhasil menduduki Baitul
Maqdis pada tanggal 15 Juli 1099 M dan mendirikan kerajaan latin III dengan
rajanya, Godfrey. Selanjutnya mereka berturut-turut menguasai kota Akka pada
tahun 1104 M, Tripoli tahun 1109 M dengan mendirikan kerajaan Latin IV dan
rajanya Raymond, kemudian kota Tyre pada tahun 1124 M.[9]
B. Periode
Kedua atau Periode Reaksi Umat Islam (1144-1192)
Di
bawah komando Imaduddin Zanki, penguasa Moshul dan Irak, berhasil menaklukan
kembali Aleppo, Haminah, dan Edessa pada tahun 1144 M. Namun ia wafat tahun
1146 M, dan digantikan oleh putranya Nuruddin Zanki. Nuruddin berhasil merebut
kota Damaskus tahun 1147, Antiochea pada tahun 1149 M, dan pada tahun 1151 M
seluruh Edessa dapat direbut kembali. Selain
itu, ia berhasil membebaskan Mesir pada tahun 1169 M.[10]
Keberhasilan kaum muslimin
meraih berbagai kemenangan menyebabkan orang- orang Kristen mengobarkan Perang
Salib kedua. Paus Eugenius III menyerukan perang suci yang disambut positif
oleh raja Perancis Louis VII dan raja Jerman Condrad II. Keduanya memimpin
pasukan salib untuk merebut wilayah Kristen di Syria. Akan tetapi gerak maju
mereka dihambat oleh Nuruddin Zanki. Mereka tidak berhasil memasuki Damaskus,
dan Louis VII dan Condrad II sendiri melarikan diri pulang ke negerinya. Pada
tahun 1 174 M Nuruddib wafat, dan pimpinan perang dipegang oleh Shalah al-Din
al-Ayyubiyah di Mesir pada tahun 1175 M. Akhirnya Shalah al-Din dapat merebut
kembali Yerusalem pada tahun 1187 M. Dengan demikian kerajaan Latin di
Yerusalem yang berlangsung selama 88 tahun berakhir.[11]
Jatuhnya Yerusalem ke tangan kaum Muslimin sangat memukul perasaan
tentara salib. Mereka pun menyusun rencana balasan. Kali ini tentara salib
dipimpin oleh Frederick Barbarossa, raja Jerman, Richard the Lion Hart, raja
Inggris, dan Philip Augustus, raja Perancis, yang bergerak pada tahun 1189 M.
Ekspedisi militer salib kali ini dibagi dalam beberapa divisi.
Sebagian menempuh jalan darat dan yang lainnya menempuh jalur laut. Frederick
yang memimpin divisi darat tewas tenggelam dalam penyeberangannya di sungai
Armenia, dekat kota ar-Ruha'. Sebagian tentaranya kembali, kecuali beberapa
orang yang terus melanjutkan perjalanannya di bawah pimpinan putra Frederick.
Adapun kedua divisi lainnya yang menempuh jalur laut bertemu di Sicilia. Karena
terjadi kesalahpahaman, akhirnya mereka meninggalkan Sicilia secara terpisah,
Richard menuju Cyprus dan mendudukinya dan selanjutnya menuju Syam (Suriah).
Adapun Philip langsung menuju Acre (Akka) dan berhasil merebutnya yang kemudian
dijadikan ibu kota kerajaan Latin. Akan tetapi mereka tidak berhasil memasuki
Palestina.
C. Periode
Ketiga atau Periode Kehancuran Pasukan Salib (1193-1291 M)
Tentara Salib pada periode ini dipimpin oleh raja Jerman,
Frederick II. Kali ini mereka berusaha merebut Mesir lebih dahulu sebelum
Palestina, dengan harapan dapat bantuan orang Kristen Qibthi. Pada tahun 1219 M
mereka berhasil menduduki Dimyat. Raja Mesir dari dinasti Ayyubiyah waktu itu,
al-Malik al-Kamil, membuat perjanjian dengan Frederick, yang isinya antara lain
Frederick bersedia melepaskan Dimyat, sementara al-Malik al-Kamil melepaskan
Palestina, dengan syarat Frederick menjamin keamanan kaum muslimin di sana, dan
Frederick tidak mengirim bantuan kepada Kristen di Syria.
Dalam perkembangan berikutnya, Palestina dapat direbut kembali
oleh kaum muslimin pada tahun1247 M, di masa pemerintahan al-Malik al-Shalih,
penguasa Mesir selanjutnya. Ketika Mesir dikuasai dinasti Mamalik -yang
menggantikan posisi dinasti Ayyubiyah- pimpinan perang dipegang oleh Baybars
dan Qolawun. Pada masa merekalah, Akka dapat direbut kembali oleh kaum muslimin
pada tahun 1291 M. [12]
Dalam buku Ensiklopedi Islam dinyatakan bahwa
Perang Salib ketiga ini dikenal sebagai periode kehancuran pasukan Salib, hal
ini disebabkan karena periode ini lebih disemangati ambisi politik untuk
memperoleh kekuasaan dan material, bukan motivasi karena agama. Tujuan utama
mereka untuk membebaskan Baitul Maqdis, mereka lupakan. Hal ini dapat dilihat katika pasukan Salib yang semula dipersiapkan
menyerang Mesir ternyata membelokkan haluan menuju Konstantinopel. Kota ini
dapat direbut dan dikuasai dengan Baldwin sebagai rajanya. Dia adalah raja
Roma-Latin pertama yang berkuasa di Konstantinopel.
IV. Dampak Perang
Salib
Sejarah panjang peristiwa politik, ekonomi dan agama ini,
tentunya meninggalkan bekas baik itu baik itu bagi peradaban Islam maupun bagi
Barat. Akibat adanya perang Salib ini, walaupun umat Islam berhasil
mempertahankan daerah-daerahnya dari tentara Salib, namun kerugian yang mereka
derita banyak sekali, karena peperangan ini terjadi di wilayah Islam. Di antaranya adalah kekuatan politik umat Islam menjadi lemah.
Dalam kondisi demikian mereka bukan menjadi bersatu, tetapi malah terpecah
belah. Banyak dinasti kecil yang memerdekakan diri dari pemerintahan pusat
Abbasiyah di Baghdad.[13]
Meskipun pihak Kristen Eropa
menderita kekalahan dalam Perang Salib, namun mereka telah mendapatkan hikmah
yang tidak ternilai harganya karena mereka dapat berkenalan dengan kebudayaan
dan peradaban Islam yang sudah sedemikian majunya. Bahkan kebudayaan dan
peradaban yang mereka peroleh dari Timur-Islam menyebabkan lahirnya renaisans
di Barat. Kebudayaan yang mereka bawa ke Barat terutama dalam bidang militer,
seni, perindustian, perdagangan, pertanian, astronomi, kesehatan, dan
kepribadian.
Dalam bidang militer, dunia Barat
menemukan persenjataan dan teknik berperang yang belum pernah mereka temui
sebelumnya di negerinya, seperti penggunaan bahan-bahan peledak untuk
melontarkan peluru, pertarungan senjata dengan menunggang kuda, teknik melatih
burung merpati untuk kepentingan informasi militer, dan penggunaan alat-alat
rebana dan gendang untuk memberi semangat kepada pasukan militer di medan
perang.
Dalam bidang perindustrian, mereka
menemukan kain tenun dan peralatannya di dunia Islam, kemudian mereka bawa ke
negerinya, seperti kain muslin, satin, dan damas. Mereka juga menemukan
berbagai jenis parfum, kemenyan, dan getah Arab yang dapat mengharumkan
ruangan.
Sistem
pertanian yang sama sekali baru di dunia Barat mereka temukan di Timur-Islam,
seperti model irigasi yang praktis dan jenis tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan
yang beraneka macam, termasuk penemuan gula.
Hubungan perniagaan dengan
Timur-Islam menyebabkan mereka menggunakan mata uang sebagai alat tukar barang,
yang sebelumnya mereka menggunakan sistem barter. Ilmu astronomi berkembang
pada abad ke-9 di dunia Islam telah pula mempengaruhi lahirnya berbagai observatorium
di dunia Barat. Selain itu juga mereka meniru rumah sakit dan tempat pemandian.
Yang tidak kurang pentingnya adalah bahwa sikap dan kepribadian umat Islam di
Timur pada waktu itu telah memberikan pengaruh positif terhadap nilai-nilai
kemanusiaan di Eropa yang sebelumnya tidak mendapat perhatian.
Dampak Perang Salib
Terhadap Peradaban Islam
Akibat adanya perang Salib ini, walaupun umat Islam berhasil mempertahankan
daerah-daerahnya dari tentara Salib, namun kerugian yang mereka derita banyak
sekali, karena peperangan ini terjadi di wilayah Islam. Di antaranya adalah
kekuatan politik umat Islam menjadi lemah. Dalam kondisi demikian mereka bukan
menjadi bersatu, tetapi malah terpecah belah. Banyak dinasti kecil yang
memerdekakan diri dari pemerintahan pusat Abbasiyah di Baghdad (Yatim,2003:79).
Meskipun pihak Kristen Eropa menderita kekalahan dalam Perang Salib, namun
mereka telah mendapatkan hikmah yang tidak ternilai harganya karena mereka
dapat berkenalan dengan kebudayaan dan peradaban Islam yang sudah sedemikian
majunya. Bahkan kebudayaan dan peradaban yang mereka peroleh dari Timur-Islam
menyebabkan lahirnya renaisans di Barat. Kebudayaan yang mereka bawa ke Barat
terutama dalam bidang militer, seni, perindustian, perdagangan, pertanian, astronomi,
kesehatan, dan kepribadian.
Dalam bidang militer, dunia Barat menemukan
persenjataan dan teknik berperang yang belum pernah mereka temui sebelumnya di
negerinya, seperti penggunaan bahan-bahan peledak untuk melontarkan peluru,
pertarungan senjata dengan menunggang kuda, teknik melatih burung merpati untuk
kepentingan informasi militer, dan penggunaan alat-alat rebana dan gendang
untuk memberi semangat kepada pasukan militer di medan perang.
Dalam bidang perindustrian, mereka menemukan kain tenun
dan peralatannya di dunia Islam, kemudian mereka bawa ke negerinya, seperti
kain muslin, satin, dan damas. Mereka juga menemukan berbagai jenis parfum,
kemenyan, dan getah Arab yang dapat mengharumkan ruangan.
Sistem pertanian yang sama sekali baru di dunia Barat mereka temukan di
Timur-Islam, seperti model irigasi yang praktis dan jenis tumbuh-tumbuhan dan
buah-buahan yang beraneka macam, termasuk penemuan gula.
Hubungan perniagaan dengan Timur-Islam menyebabkan mereka
menggunakan mata uang sebagai alat tukar barang, yang sebelumnya mereka
menggunakan sistem barter. Ilmu astronomi berkembang pada abad ke-9 di dunia
Islam telah pula mempengaruhi lahirnya berbagai observatorium di dunia Barat.
Selain itu juga mereka meniru rumah sakit dan tempat pemandian. Yang tidak
kurang pentingnya adalah bahwa sikap dan kepribadian umat Islam di Timur pada
waktu itu telah memberikan pengaruh positif terhadap nilai-nilai kemanusiaan di
Eropa yang sebelumnya tidak mendapat perhatian.
III. PENUTUP
Demikian ulasan perjalanan terjadinya perang salib,
peristiwa panjang ini telah menyisahkan perubahan besar bagi peradaban barat.
Dan memutar kemunduran bagi barat dan Islam. Dimana dunia Islam mengalami
kemunduran pasca perang salib ini. Dari
berbagai uraian dan penjelasan di atas dapat diambil kesimpulan, yaitu :
1.
Perang Salib adalah perang antara umat Islam dan umat Kristen
dengan disebabkan beberapa faktor seperti, faktor agama, politik dan sosial
ekonomi.
2.
Perang Salib berlangsung sejak tahun 1096 sampai tahun 1291 M
dengan tiga periode, periode pertama adalah periode penaklukan (1096-1144 M),
periode kedua adalah periode reaksi umat Islam (1144-1192 M), dan periode
ketiga adalah periode kehancuran pasukan Salib (1193-1291 M).
3.
Perang Salib ini berdampak negatif kepada peradaban Islam, dengan
kata lain menguntungkan pihak Kristen. Di antaranya, kekuatan politik umat
Islam menjadi lemah, sementara pihak Kristen dengan adanya Perang Salib itu
dapat berkenalan dengan kebudayaan dan peradaban Islam yang saat itu sudah
maju. Seperti, bidang militer, perindustrian, pertanian, perdagangan atau
perniagaan, dan termasuk juga dalam ilmu astronomi dan kesehatan.
4.
Perang Salib termasuk faktor eksternal kelemahan dan kehancuran
kekhilafahan Bani Abbasiyah. Karena terjadinya Perang Salib yang berlangsung
selama tiga abad itu menyebabkan kekuatan politik umat Islam menjadi lemah.
DAFTAR PUSTAKA
Munir, Amir Samsul, Sejarah Peradaban Islam, (2010), Jakarta; Amzah
Yatim, Badri (2003).Sejarah Peradaban Islam. Jakarta:PT Raja Grafindo
Persada.
Sodiqin,
Ali dkk (2003).Sejarah Peradaban Islam.Yogyakarta: Fak. Adab IAIN Sunan
Kalijaga.
K.Hitti Philip, History Of Arabs, (2005), Jakarta;Serambi
Langganan:
Postingan (Atom)
Sekilas Khutbah Jumat
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Pada hari Jumat, para umat Muslim di seluruh dunia melakukan ibadah salat Jumat yang mana saat ...
-
Penulis *Jonson Harianto, S.Pd.I* (disampaikan dalam Mata Kuliah Hadis S2 PAI UIN Jakarta) PENDAHULUAN Minggu lalu ki...
-
PENDAHULUAN Perguruan Tinggi Islam dijadikan sebagai wadah dalam memberdayakan umat Islam dalam aspek kehidupan mereka. Namun apak...
-
selamat datang di duniaku, tapi dunia ini tak kan hadir tanpa komentarmu disini, aku ingin bersabat dengan idemu, kreatifmu.


